Desain Dua Sisi Sirkus untuk Tampilan Met Gala
Jawa Pos. 2 Februari 2024
PUNYA CERITA: Model mengenakan karya Veccyl Olivia, Caroline Devina, Alvya Armelia, dan Siske Yuliantho yang berdesain avant-garde.
SURABAYA-Seni memiliki beragam bentuk. Salah satunya tertuang dalam desain fashion avant-garde. Hal itulah yang dilakukan maha- siswa Jurusan Fashion Design & Business Universitas Ciputra. “Avant-garde itu mendekati kostum tapi bukan kostum, seperti baju-baju yang dipakai para selebriti di met gala. Tiap baju itu punya cerita dan filosofisnya,” kata Enrico Ho, dosen Jurusan Fashion Design & Business Universitas Ciputra.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Trickster. Karya yang dibuat oleh Veccyl Olivia, Caroline Devina, Alvya Armelia, dan Siske Yuliantho itu mengu- sung tema sirkus. Mereka menampilkan dua sisi sirkus. Yakni, sisi riang yang membawa pemakainya bernostalgia ke masa kecil dan sisi gelap sirkus yang mengeksploitasi pemain serta hewan yang terlibat di dalamnya. Unsur fun dan gelap dari sirkus itu kemudian diadaptasi ke dalam empat look yang unik.
Misalnya, pieces rancangan Veccyl berupa tube jumpsuit hitam dan rok berekor lebar. Bagian rok itu memiliki motif harlequin marun-putih yang identik dengan sirkus. Menariknya, motif tersebut dibuat dari kain beludru dan mikado yang dipotong wajik. Kemudian, dijahit satu per satu hingga membentuk motif harlequin yang megah. Bagian dalamnya memiliki kerangka besi yang membuatnya mekar seperti ball gown. “Kita buat pola dari hasil bereksperimen berkali-kali, jadi makan waktu lama,” katanya kepada Jawa Pos kemarin (1/2).
Look lain menampilkan atasan deep V-neck bermotif abstrak yang memiliki bentuk lengan balon dari balen. “Bentuknya seperti kandang, menyinggung soal harimau di sirkus yang terkurung di dalam kandang” katanya. Menciptakan motif abstrak itu pun diakui Veccyl sangat rumit. “Itu partnerku jahit satu-satu sampai mesinnya rusak,” ujarnya. Konsep sirkus tersebutkian sempurna berkat riasan wajah ala badut dan properti foto yang mendukung.
“Mereka bikin baju harus punya cerita. Jadi, mereka presentasi dengan bikin photo shoot dan video teaser. Lewat media itu, mereka berko- munikasi, kata Enrico. Selain Trickster, mahasiswa lain mengusung banyak tema yang unik. Misalnya, tema sirenyang diterapkan melalui outfit bernuansa biru. Ada juga yang mengusung filosofis mendalam tentang jouhatsu yang populer di Jepang. (adn/c6/tia)

