Mahasiswa Pariwisata-Bisnis Kuliner Universitas Ciputra Surabaya Kelola Restoran Bae Gopa Ala Korea.
18 Maret 2024
SURYA.co.id | SURABAYA – Mahasiswa Pariwisata-Bisnis Kuliner Universitas Ciputra Surabaya mengelola restoran dengan konsep negara Korea Selatan yang dinamakan Baegopa berada di lobby kampus.
Sebanyak 38 mahasiswa semester enam menjalankan restoran dengan nama, konsep dan menu khas Korea Selatan tersebut selama tujuh minggu sebagai bagian dari mata kuliah Resto dan Kafe.
Manager Baegopa Resto, Theodora Kezia Sudibyo, mengungkapkan pemilihan nama Baegopa dalam bahasa Korea yaitu Lapar.
Pemilihan konsep restoran Korea Selatan ini dikatakan Kezia, sapaan akrabnya terinspirasi dari kunjungan prodi bisnis kuliner ke Korea Selatan.
“Kami terinspirasi dekorasi dan aneka makanan yang dihidangkan di restoran yang kami kunjungi di Hongdae dan Itaewon Korea Selatan. Aneka makanan khas korea dan street food Korea yang sedang tren saat ini,” ungkapnya.
Diakui Kezia, ia dan tim membuat berbagai makanan khas Korea untuk diajukan pada dosen sebagai bagian dari menu restoran.
Namun, ada beberapa makanan yang kemudian tidak bisa ditampilkan karena kendala pembuatan dan juga minimnya peminat.
Hingga akhirnya mereka berhasil menentukan 20 menu, 15 pastry.
“Lumayan banyak menu yang ditolak, ini ada pertimbangannya. Misalnya kita mau jual buah-buah gula yang sedang tren tetapi lalau kita lihat untuk dijual agak susah di operasionalnya makanya akhirnya tidak jadi masuk menu,”lanjutnya.
Dikatakan Kezia ada 38 orang yang dibagi tim kecil untuk operasional bagian pelayanan dan bar, pastry dan kitchen.
Pos ini digilir setiap 10 hari sehingga semua bisa merasakan pengalaman berbeda di tiap pos.
“Karena operasional kami juga masuk bulan Ramadan jadi tantangan tersendiri karena tidak semua mahasiswa makan siang. Jadi kami juga menerima pesanan untuk paket buka puasa agar bisa mencapai target omzet kami,”lanjutnya.
Liliana Natadjaja, dosen Resto dan Kafe mengungkapkan mahasiswa di mata kuliah ini telah menguasai pembuatan makanan dan pastry hingga manajemen pengelolaan restoran.
Dalam mata kuliah ini mahasiswa diminta memulai praktik pengelolaan restoran.
“Tiap tahun,dalam satu angkatan dibagi dua kelompok, dan praktek mengelola restorannya bergantian di tengah semester. Konsep kelompok pertama ini Korea Selatan, sementara kelompoknkedua nanti makanan tradisional Indonesia,” lanjutnya.
Untuk mengelola restoran ini, mahasiswa membuat proposal bisnis yang berisi nama restoran, konsep restoran, menu hingga harga jual dan manajemennya.
“Harapannya, bisa paham bisnis kuliner dan siap terjun ke perusahaan. Karena sistemnya restoran ini seperti kerja. Dengan operasional jam 08.00 hingga 15.00 WIB, tetapi mahasiswa bekerja sistem shift. Mulai kerja jam 06.00 sampai 17.00,”pungkasnya.

