Tingkatkan Penjualan Bulan Ramadan Lewat Pelatihan Pembuatan Sajadah Anak
Surabaya, Bhirawa
Dua dosen Universitas Ciputra (UC) yaitu dari prodi Fashion Product Design and Business UC (FPD) Soelistyowati dan prodi FIKOM, Louisa Christine Hartanto menggelar pelatihan menjahit bagi kelompok usaha Bungurasih Handmade.
Pelatihan yang digelar selama 3x pertemuan ini berfokus pada pemanfaatan kain perca sebagai motif dan hiasan pada sajadah anak.
“Pada bulan ramadhan ini kita iisi dengan kegiatan yang penuh manfaat. Kali ini kami berkolaborasi melatih kelompok usaha Bungurasih handmade dalam membuat sajadah anak dengan motif lucu dan paduan warna yang menarik. Tujuannya supaya penjualan bisa meningkat. Apalagi momennya pas juga ya, ini bulan Rahmadan,” terang Louisa, Rabu (3/4).
Soelistyowati menjelaskan agenda selama 3x pertemuan ini adalah seputar pembuatan pola, proses menjahit, dan evaluasi hasil produk. Peserta juga diajarkan cara memadu padankan warna kain perca dengan warna bahan kain dasar yang digunakan sebagai produk sajadah anak.
“Kegiatan ini diikuti oleh 10 anggota kelompok usaha. Jadi proses pelatihan tidak ada kesulitan karena mereka sudah punya dasar kemampuan menjahit. Hanya saja ibu-ibu peserta ini perlu diasah kemampuan dalam padu-padan warna sehingga tampilan akhirnya menarik secara warna dan bentuk aplikasi kain perca-nya sebagai hiasan. Saya dibantu oleh 5 orang mahasiswa FPD untuk mendampingi pesersta dalam proses produksi,” tambah dia.
Lebih lagi, cara memotong pola dengan tepat pun diajarkan, sehingga bisa memaksimalkan bahan. Tidak banyak kain yang terbuang.
Louisa menambahkan kepala desa bungurasih juga mendukung kegiatan ini dengan membuka balai desa sebagai tempat pelatihan.
“Kepala desa bungurasih mendukung kegiatan ini. Selain warganya mendapat tambahan ilmu dan keterampilan 3 buah mesin jahit yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi yang ada. Dari awal memiliki 5 mesin, kini kelompok usaha tersebut memiliki 8 mesin jahit yang dapat menunjang proses produksi,” terang Louisa.
Salah satu peserta, Deka mengaku senang bisa mendapatkan tambahan ilmu menjahit produk yang bisa digunakan untuk orang, juga bisa bikin sajadah sendiri untuk cucu pada lebaran nanti.
Sajadah anak yang dibandrol Rp.40.000 – Rp. 60.000 ini sudah dipasarkan melalui salah satu marketplace dan melaui usaha ibu-ibu PKK Desa Bungurasih.
Louisa berharap melalui pelatihan ini, peserta dapat meningkatkan kemampuan menjahit yang dimiliki, serta dapat menghasilkan varian produk yang baru sehingga dapat mendukung peningkatan pendapatan atau ekonomi bagi kelompok usaha Bungurasih. [ina.why]

