Maker Faire Surabaya Ajang Asah Kreativitas Anak
Jawa Pos. 26 April 2024. Hal. 24
Helat Workshop dari Berbagai Inovator
SURABAYA-Celine Witono asyik menjahit sebuah gaun pesta. Wamanya pink keunguan yang terbuat dari bahan tile berlapis glitter. Celine tidak benar-benar membuat baju asli, tetapi hanya baju miniatur yang dipasang di manekin mini pula. Dia merupakan salah seorang peserta dalam workshop dress making yang digelar Universitas Ciputra di Balai Pemuda Surabaya. “Pengin nyoba aja, jadi ikut. Agak susah sedikit,” ujar Celine.
Kegiatan workshop tersebut merupakan rangkaian acara Maker Faire Surabaya yang digelar pada 20-21 April. Di dalamnya ada berbagai workshop dari para inovator di Surabaya. Selain dress making, ada pembuatan keranjang rotan, battle bot, dan berbagai hal lainnya.
‘Untuk workshopdress making ini, kamimenyediakan berbagai jenis kain. Para peserta bebas mau membuat baju seperti apa,” ujar Aisha Almeera Nuruddin, student counselor Universitas Ciputra.
Kain yang disediakan, antara lain, tile, brokat, silk, dan katun. Namun, memang rata-rata peserta memilih memakai tile dan silk untuk membuat baju pesta. Peserta yang kesulitan bisa bertanya dan berkonsultasi langsung kepada para pengajar.
Ketua Yayasan Nola School Caroline Lumengga mengungkapkan bahwa acara Maker Faire tersebut digelar dengan tujuan agar Surabaya menjadi barometer anak-anak kreatif. Selama ini yang jadi barometer adalah Jakarta. Nola School merupakan salah satu pendukung terselenggaranya acara Maker Faire Surabaya.
Ada berbagai pameran yang bisa membuat anak-anak maupun orang dewasa betah berlama-lama dalam pameran tersebut. Selain karya-karya fashion, kebanyakan booth didominasi teknologi informasi. Ada booth founder akun Belajar dari YouTube, PENS ITS, Sekolah Robot Indonesia, dan banyak lagi. (sha/c12/tia)

