Sumber : https://www.jawapos.com/pendidikan/amp/014682122/buka-di-jakarta-universitas-ciputra-jakarta-fokus-pada-pengembangan-ai

23 Mei 2024

Zalzilatul Hikmia

Buka di Jakarta, Universitas Ciputra Jakarta Fokus Pada Pengembangan AI

Penggunaan artificial intelligence (AI) masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan. Dianggap rawan disalahgunakan untuk “mencontek”. Universitas Ciputra berani mendobrak stigma itu melalui pembukaan universitas baru di Jakarta.

Universitas Ciputra resmi membuka cabang ketiganya di Jakarta yang ditandai dengan ground breaking di kawasan Ciputra International Superblock, Rabu (23/5). Kampus Jakarta ini nantinya akan sedikit berbeda dengan yang di Surabaya dan Makassar.

Direktur Ciputra Pendidikan Denny Bernardus mengatakan, kurikulum yang digunakan sama dengan dua kampus lainnya. Namun, Universitas Ciputra Jakarta (UCJ) akan difokuskan untuk mengembangkan lulusan yang mahir Artificial Intelligence (AI).

”Semua mata kuliah, semua program studi akan di upgrade berupa konsep pendidikan yang berbasis artificial intelligence (AI). Itu yang membedakaan untuk saat ini di Jakarta dengan yang lainnya,” ujar Denny.

Dalam era keterbukaan informasi dan era AI ini, Denny melihat, mahasiswa sudah bermetamorfosa. Dari yang biasanya disebut peserta didik dengan sumber informasi dari pendidik yaitu dosen dan guru saja, namun sekarang sudah jadi pembelajar aktif.

”Nah artinya apa? Mereka butuh wahana belajar yang berbeda, kampus kalau tidak akomodir ini nanti lulusannya akan menjadi prematur masuk industri yang sudah berevolusi,” ungkapnya.

UCJ akomodasi hal ini dengan model Project based yang banyak integrasi dengan industri dan juga integrasi AI di kurikulum. Output-nya, diharapkan lulusan-lulusan UCJ menjadi power user AI apapun bidangnya.

Selain itu, mereka juga telah memiliki portfolio lantaran pernah mempraktekkannya bukan hanya di level tahu teori tapi lebih pada bukti pengalaman dalam pendidikan. “UC Jakarta juga mempersiapkan program Global Classroom. Mahasiswa bisa memilih untuk belajar dari praktisi praktisi dunia. Misalnya, belajar masak menggunakan modul belajar, dimana yang memberikan pembelajaran adalah master chef michelin star tingkat dunia. Atau misalkan lagi, belajar negosiasi dari praktisi FBI yang sudah puluhan tahun menjadi hostage negosiator,” paparnya.

Winarto Poernomo, Campus Director Ciputra, menambahkan, bahwa sistem pembelajaran akan banyak mengintegrasikan antara dunia pengetahuan dan prakteknya. Tujuannya, agar mahasiswa tidak hanya mengetahui konsep tapi juga menjadi pelaku selama kuliah.

“Garis masa depan mahasiswa dijalankan saat masa berkuliah bukan setelah lulus kuliah,” katanya.

Dia mencontohkan, untuk jalur sukses startup business maka sejak awal kuliah arahnya jelas bahwa mahasiswa tersebut akan banyak melakukan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan itu. Termasuk juga diajak membuka prototype bisnisnya secara ekonomis dan hemat.

Kemudian, untuk pengalaman di industri dimulai dari saat mahasiswa mengikuti masa orientasi dan lanjut ke semester 1 sampai dia lulus. Ada 2 kategori pengalaman di industri yang diberikan nantinya.

Pertama, sistem project based, di mana mahasiswa mengerjakan satu paket tugas yang memberikan dia kesempatan berinteraksi lapangan di industri. Kedua, upgrade dari model magang atau Project Based Internship.

Yakni, mahasiswa tidak hanya datang setiap hari di perusahaan kemudian menunggu perintah, melainkan mereka sudah punya agenda sendiri melakukan analisa dan ujungnya memberikan usulan inovasi yang sudah disepakati dulu di depan dengan supervisornya.