Kedekatan Prof Dr Ir Denny bernardus Kurnia Wahyudono, Executive Board of Yayasan Ciputra Pendidikan, dengan Jawa Pos
Merasa Belum Sarapan Kalau Tidak Baca Empat Halaman Favorit
2 Juli 2024. Hal. 17
Saat kuliah, Jawa Pos adalah rujukan bagi Denny untuk mengetahui isu-isu aktual yang hangat di bahas. Bagi Denny, Jawa Pos mampu menjadi penyampai informasi yang efektif bagi para pembaca.
“Saya mengenal koran Jawa Pos jauh sebelum terlibat di dalam Grup Ciputra. Sejak masih menjadi mahasiswa di ITS, saya menbca Jawa Pos ,” kenang Denny saat ditemui beberapa waktu lalu.
Bagi Denny, tak lengkap bila belum membaca Jawa Pos. Dia mendapatkan banyak informasi tentang isu terkini yang hangat dibahas. Terutama kejadian-kejadian besar. “Apalagi, Jawa Pos itu koran yang sangat populer di Surabaya dan Jawa Timur,” tuturnya.
Selepas lulus dari perguruan tinggi, Denny menapaki karir di bidang real estat. Lalu dia terjun ke dunia pendidikan. Kini Denny menjabat executive board of Yayasan Ciputra Pendidikan/director Ciputra Froup Subholding 2.
“Nah, waktu membina karir sebagai manajer di proyek Ciputra Surbaya inilah saya mulai mengenal Jawa Pos lebih dekat lagi,” ujarnya.
Denny dan Jawa Pos banyak menjalin kerja sama. Keduanya saling mendukung. Kolaborasi itu bermula setelah krisis moneter 1998. “Perkembangan CitraLand di Surabaya dikemas dalam pemberitaan-pemberitaan di Jawa Pos,” jelasnya.
Bebeberapa tahun lalu, sebelum pindah tugas du Manado, Denny pernah mengampu program properti besutan JTV, Jawa Pos Group, selama 1,5 tahun. Dia menjadi anchor atau penyaji berita.
“Jadi, selama membangun karir, saya banyak mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan para profesional di Jawa Pos maupun Jawa Pos Group,” terangnya.
Menurut dosen Universitas CIputra itu, Jawa POs berbeda dengan media lainnya, Jawa Pos memiliki nilai lebih. Yakni, mampun menjadi penyampai inormasi yang efektif bagi pembaca. “Bagi saya yang bekerja sama secara langsung, baik dikemas advertorial maupun redaksional, efeknya sangat efektif dan luar biasa,” katanya.
Di era digital, lanut Denny, Jawa Pos tetap eksis. Sebab, brand Jawa Pos sudah dikenal kuat oleh sejumlah komunitas. Bahkan, hingga kini dia punya kebiasaan membaca koran Jawa Pos setiap pagi. Ada empat halaman favoritnya.
Pertama adalah halaman 1 Nasional. “Headline yang menarik ada di situ,” ujarnya. Lallu ada halaman 3, Ekonomi Bisnis. Bagi dia, halam tersebut penting untuk update soal kondisi perekonomian maupun bisnis setiap hari. Kemudia ada halaman 13, Metropolis. Menurut Denny, pembaca yang ingin mengetahui update soal kejadian-kejadian yang signifikan di Surabaya harus membaca halaman tersebut. “Selanjutnya, halaman Modern West. Setiap hari saya baca. Tanpa empat halaman ini, saya merasa belum sarapan,” ungkaapnya. (*/cl4/aph) Mariyama Dina

