Berkembang dari Wilayah Utara ke Selatan
23 Juli 2024. Hal. 3
Perkembangan industrialisasi di Surabaya dimulai dari wilayah utara Kalimas Timur ke Kalimas Barat dan ke wilayah selatan.
PABRIK-pabrik dari wilayah utara, tepatnya di sekitar sungai Kalimas kawasan Jembatan Merah berpindah ke wilayah selatan tepatnya di daerah Ngagel.
Pustakawan sejarah Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, sekitar tahun 1933 dimulai pabrik gula di wilayah selatan. Sejak pendirian pabrik-pabrik gula di pendalaman daerah ini lebih banyak dikunjungi oleh orang-orang Eropa.
Kemudian peluang kerja baru terbentuk karena kompleks pabrik gula di sekitar Surabaya tumbuh. “Produksi gula naik sampai 17.390 pikul pada tahun 1856, 18 ribu pikul pada tahun 1857 dan 23 ribu pikul pada tahun 1858,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.
Bukan hanya pabrik gula, namun jenis industri lain juga membuka pabrik di kawasan Selatan. Seperti industri kaca, bir, minyak goreng, konstruksi, hingga rokok.
Kawasan industri di Ngagel karakteristiknya tak jauh berbeda dengan kawasan sekitar Jembatan merah. Dimana lokasinya dekat dengan sungai Kalimas sebagai jalur utama transportasi barang kala itu.
“Dulu angkutan jalan dan kendaraan darat belum banyak, jadi semua mengandalkan transportasi sungai. Itu mengapa kawasan industri ada di dekat sungai,” terangnya.
Seiring perkembangan industri yang makin pesat, kawasan industri tak hanya ada di Ngagel, melainkan terus melebar ke kawasan selatan.
“Jadi dari kawasan Utara pindah ke wilayah selatan dengan industri-industri yang besar dan di mulai dari daerah Ngagel dan berlanjut ke daerah Rungkut seperti saat ini,” pungkasnya. (*/nur)
Sumber: Radar Surabaya

