Sumber:https://rri.co.id/surabaya/iptek/931734/budaya-khas-desa-lumban-suhi-suhi-danau-toba-mendunia

Budaya Khas Desa Lumban Suhi-suhi Danau Toba Mendunia

27 Agustus 2024

KBRN, Surabaya : Kolaborasi antara industri kreatif dan sektor pariwisata memberikan kesempatan dalam menciptakan identitas budaya yang unik. Raja Simarmata, Kepala Desa Lumban Suhi-Suhi Danau Toba mengakui, desanya menjadi penghasil kerajinan tenun yang potensial, namun belum bisa berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Masyarakat.

Untuk itu, Universitas Ciputra, yang diwakili Dr. Astrid Kusumowidagdo, Enrico Ho dan Melania mengawali pengembangan desa dari sektor industri kreatif dan pariwisata yang didukung kekuatan lokal.

Enrico Ho, sebagai fashion designer, merancang produk-produk fesyen, sedangkan Astrid dan Melania merancang produk interior, display dan pelengkap lifestyle.

”Rancangan ini meliputi eksplorasi desain arsitektur, interior, serta produk fashion dan lifestyle yang menjadi bagian dari industri kreatif, agar memiliki manfaat dalam membentuk dan meningkatkan sense of place pada kunjungan wisata,” ujar Astrid, Ketua Penelitian dan Dean School of Creative industry UC, Senin (26/8/2024)..

“Fokusnya pada integrasi ekspresi budaya lokal ke dalam penawaran pariwisata. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan model strategis  yang tidak hanya melestarikan warisan dan identitas budaya, tetapi juga mempromosikan praktik pariwisata yang berkelanjutan,” sambungnya.

Lewat inspirasi di lokasi desa Lumban Suhi-Suhi Danau Toba, diharapkan dapat menghasilkan produk-produk lifestyle kreatif, baik dari ragam hias dan motif ulos membantu produk souvenir kampung ulos yang lebih luas dan dapat mendunia.

Tim Universitas Ciputra mengeksplorasi on-site selama 5 hari terkait budaya di desa tersebut  dengan pendekatan ke masyakarat dan pengrajin setempat. Tujuannya untuk membuka pikiran, dan bisa menerima inovasi-inovasi produk kreatif baru, namun tetap menjaga warisan budaya.

Raja Simarmata berharap hadirnya dosen Universitas Ciputra di desa penghasil tenun, dapat meningkatkan produksi tenun ini, untuk terus berkembang dan mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan warga desa.

Disisi lain, dalam ajang Surabaya Fashion Parade 2024, yang mengambil tema ‘TOBA: AESTHETIC LEGACY’, Enrico Ho mengusung implementasi nilai nilai lokal seperti Keindahan Danau Toba yang menjadi salah satu tujuan wisata yang syarat dengan budaya warisan nenek moyang yang diturunkan turun temurun.

Oleh: Ony Arianto-Editor: Ria Enandini