Sebelum memasuki sesi pembicara kunci, acara puncak pada hari pertama adalah penandatanganan naskah kesepahaman bersama antara Perpustakaan Nasional RI dengan berbagai perguruan tinggi anggota FPPTI Jawa Timur. Acara itu berlangsung pada pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta. Itu menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga.
Sesi seminar dan sharing session yang dimulai pada pukul 15.00 WIB dipandu oleh moderator Yehuda Abiel (Universitas Ciputra) dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dian Puspitasari (Universitas Muhammadiyah Malang), Indah Rahma Cahyani (Universitas Airlangga), dan Berlian Eka Kurnia (Universitas Muhammadiyah Jember). Mereka membahas topik mengenai pustakawan yang inovatif dan kolaboratif.
Dian Puspitasari, yang juga Juara Favorit Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional 2024, dalam pemaparannya menekankan pentingnya kesiapan pustakawan dalam menghadapi kebutuhan pemustaka. Ia menyoroti pentingnya semangat untuk terus berkembang. Dan melengkapi diri melalui pelatihan.
“Sebagai pustakawan, kita harus siap menjawab segala pertanyaan pemustaka,” katanya, Rabu (28/8/2024). Semangat untuk mengembangkan diri itu akan menjadikan pustakawan sebagai navigator informasi.
Itu disampaikan Indah Rahma Cahyani, Finalis Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional 2024, dan Berlian Eka Kurnia. Caranya adalah dengan memiliki karakter yang solutif dalam menghadapi setiap permasalahan sivitas akademika, khususnya dalam riset dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara umum.
“Pustakawan jangan membatasi diri dan harus berani belajar hal baru. Salah satunya belajar marketing sebagai solusi untuk meningkatkan manfaat koleksi dan layanan perpustakaan,” ujar Berlian, yang menjadi Finalis Lomba Best Practice Perpustakaan Perguruan Tinggi 2023 itu.
Sebagian besar peserta Library Camp 4.0 merupakan pustakawan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Selama dua hari, mereka mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Selain kesempatan untuk berjejaring dan bertukar pengalaman, para peserta juga mengikuti pelatihan berbentuk outbound dalam bidang kepemimpinan, pengembangan tim, motivasi diri, serta berpikir kreatif dan Inovatif.
Pada sesi outbound, peserta harus melewati empat pos, yaitu Voly Gila (pos sirkulasi), Hole of Destruction (pos referensi), Saving Water (pos silang layan), dan Keep Save the House (pos konsultasi). Melalui setiap pos itu, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek pekerjaan pustakawan serta kontribusi masing-masing area kerja terhadap fungsi dan efisiensi perpustakaan secara keseluruhan.
Seminar dan Library Camp 4.0 ini tidak hanya memperkuat jaringan antarpustakawan dan memberikan pengalaman baru bagi pustakawan yang sehari-harinya berkutat di dalam ruang atau gedung perpustakaan. Acara itu juga mendorong terciptanya inovasi yang relevan di era VUCA, khususnya memberikan wadah bagi pustakawan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi dalam meningkatkan kompetensi mereka melalui kolaborasi dan inovasi.