Sumber : Pilkada Jatim untuk Evaluasi Pemerintahan, Pengentasan Rakyat Miskin, dan Pendidikan – Kompas.id
Pilkada Jatim untuk Evaluasi Pemerintahan, Pengentasan Rakyat Miskin, dan Pendidikan
3 November 2024
KOMPAS — Pilkada Jatim menjadi momentum untuk melahirkan gubernur dan wakil gubernur yang mampu menjalankan tata kelola pemerintahan, mengentaskan rakyat dari kemiskinan, dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Demikian diutarakan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam segmen terakhir Debat Kedua Pilkada Jatim, Minggu (3/11/2024) malam, di Grand City, Surabaya. Kontestasi diikuti oleh Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (nomor urut 1), Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (nomor urut 2), serta Tri Rismaharini-Azhar Zahrul Asumta atau Gus Hans.
Segmen terakhir merupakan pernyataan penutup atau komitmen yang disampaikan ketiga pasangan calon. Mereka berharap dapat lebih mendapatkan dukungan dari publik setelah menjalani debat kedua. Masih ada satu debat lagi sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024.
Lukman menyatakan, pilkada merupakan momentum untuk evaluasi dan koreksi kepemimpinan sebelumnya. Kehadiran Luluk-Lukman adalah jawaban atas kegelisahan masyarakat yang ingin perubahan. Banyak warga ingin ekonominya sejahtera, dapat pekerjaan layak, dan pendapatan meningkat. Padahal, masih banyak yang menganggur, hidupnya di bawah garis kemiskinan.
”Di zaman Luluk-Lukman, tidak boleh ada lagi yang menganggur, semua harus hidup makmur,” kata Lukman.
Luluk melanjutkan, komitmen mereka pada tata kelola pemerintahan yang bekerja untuk rakyat terletak pada kepemimpinan yang fokus mengurusi rakyat. Maka, birokrasi dan kepemimpinan yang baru harus mengakhiri kemiskinan, kelaparan, pengangguran, kesenjangan, dan mengakhiri air mata perempuan dan ibu-ibu janda, anak-anak yatim dan telantar, serta mereka semua yang selama ini diabaikan dan tidak dilihat oleh kekuasaan.
”Jawa Timur baru dengan Luluk-Lukman kelak ialah menghadirkan pemerintahan benar-benar efektif, inovatif, dan juga adil kepada seluruh rakyat. Kami akan menghadirkan kepemimpinan baru, tata kelola baru, yang benar-benar hadir untuk seluruh rakyat, bukan untuk keluarga sendiri, kelompok sendiri, melainkan memastikan kesejahteraan dan kemakmuran. Terima kasih atas dukungan, bersama dan bersatu dalam barisan perubahan untuk Jatim lebih baik dan bahagia,” ujar Luluk.
Emil menyatakan, dari debat kedua ini semakin terang benderang dan fakta telah menunjukkan prestasi Jatim. Memimpin provinsi sekelas Jatim memang harus dikelola dengan pengalaman, kolaborasi, dan harus paham betul aturan perundang-undangan dan sistem yang ada.
”Mari lima tahun ke depan, kita lanjutkan betul prestasi dan fondasi yang sudah dibangun selama lima tahun ini agar bisa semakin kokoh,” kata Emil, mantan Wagub Jatim.
Khofifah menekankan, terima kasih secara khusus kepada semua kepala desa sebab desa mandiri di Jatim tertinggi di Indonesia dengan lebh dari 4.000 desa mandiri. Jatim juga provinsi kedua nasional 2.500 desa mandiri dengan peran kepala desa yang luar biasa dan berkontribusi besar bagi Jatim sebagai lumbung pangan nasional, provinsi paling inovatif. Seluruh elemen strategis telah memberikan kontribusi produktif dan sinergis diikuti semangat menghargai, tepa salira, toleransi.
”Saling menghormati, hindarkan ketidakadilan. Selama kami memimpin Jawa Timur, kemiskinan ekstrem turunnya paling ekstrem secara nasional dari 4,4 persen menjadi 0,06 persen,” ujar Khofifah, mantan Menteri Sosial dan mantan Gubernur Jatim.

