UC Bekali Atlet Wirausaha, Unesa Beri Beasiswa S-2
14 November 2024
Program Khusus bagi Olahragawan
SURABAYA – Universitas Ciputra dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) punya program khusus bagi para atlet. Program itu diberikan sebagai bekal bagi atlet untuk menapaki masa purna.
Universitas Ciputra (UC) kembali menggelar Sportpreneur Academy beberapa waktu lalu. Program tersebut bertujuan memberikan bekal bagi para atlet untuk menghadapi masa pensiun. Wakil Rektor IUC Prof Dr Ch Whidya Utami MM CLC CPM(A) CRME mengatakan, Sportpreneur dimulai pada 2021. Program itu telah berjalan enam batch. “Ada sekitar 200 atlet yang mengikuti program tersebut,” ujarnya.
Atlet yang mengikuti program itu tidak ditarik biaya alias gratis. Selain menyiapkan proses pembelajarannya, lanjut Whidya, pihaknya melibatkan para atlet dalam kegiatan- kegiatan entrepreneurship.
Menurut Whidya, ada beberapa kegiatan entrepreneurship yang sudah digelar UC. Misalnya, UC mengundang pakar entrepreneur untuk berbagi cerita dan pengalamannya. “Kami ajak para atlet bergabung,” ujarnya.
Selain itu, UC mengajak atlet yang sudah memiliki produk untuk berpartisipasi pada pameran entrepreneurship. Dengan begitu, mereka bisa mengenalkan produknya lebih luas. “Atlet yang sudah sukses kita undang untuk jadi fasilitator atau mentor,” jelas Whidya.
PIC Sportpreneur Yoseva Maria Pujirahayu Sumaji SE MM MBA CWM menambahkan, ide bisnis buatan atlet ternyata unik dan beragam. “Kebanyakan mereka membuka bisnis dari keahliannya. Tapi, ada juga yang di luar itu seperti membuat produk FnB,” paparnya.
Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menjelaskan, Sportpreneur dibuat untuk membantu atlet. “Kami tidak boleh menzalimi atlet. Seperti memanfaatkan mereka saat berprestasi kemudian melepas begitu saja saat mereka sudah purna,” terangnya saat ditemui Senin (11/11) lalu di UC.
Kurikulum Khusus Unesa Atlet yang kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan kemudahan lewat kurikulum khusus atlet. Lewat kurikulum itu, para atlet bisa lebih fleksibel mengatur waktunya, antara kuliah dengan berlatih maupun saat bertanding.
Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan MKes mengungkapkan, kurikulum khusus atlet itu adalah cara kampus membantu atlet agar sukses, baik dalam prestasi maupun studi. Sebab, kuliah juga penting untuk bekal di masa pensiun. “Di ajang PON kemarin, mahasiswa kami yang atlet berhasil mendapatkan medali perunggu, perak, dan emas. Kami bebaskan skripsi dan UKT sampai mereka selesai studi,” ujarnya.
Atlet yang mendapatkan medali lebih dari satu, lanjut Nurhasan, diberi beasiswa S-2. Beasiswa itu untuk memfasilitasi atlet yang ingin menjadi pengajar, seperti dosen maupun pelatih. (ama/c17/aph)

