Universitas Ciputra Surabaya Resmikan 5 Peminatan Baru pada Program Magister Manajemen
16 Januari 2025
SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) Surabaya resmi meluncurkan lima peminatan baru dalam program Magister Manajemen (MM), Kamis (16/1/2025).
Rektor UC Surabaya, Ir Yohannes Somawiharja MSc, mengatakan langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan dunia industri sekaligus mengikuti perkembangan tren manajemen dan entrepreneurship di Indonesia.
“Kami berkolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pengajar di program ini terdiri dari dua kelompok, yakni akademisi yang memahami ilmu dengan standar kualitas universitas, serta praktisi yang memiliki kiprah di dunia industri. Dalam kelas tertentu, harus ada keduanya. Misalnya, pada klaster manajemen entrepreneurship, pengajar dari dua latar belakang tersebut sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan lima peminatan baru ini, Yohannes optimistis dapat mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri nasional maupun global.
Program ini akan dibuka secara resmi pada 15 Februari mendatang.
Dekan School of Business and Management Universitas Ciputra, Damelina Basauli Tambunan SE MM PhD CLC CPM (Asia), menambahkan program Magister Manajemen UC Surabaya dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para profesional untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam manajemen bisnis dengan pendekatan berbasis kewirausahaan.
Program ini memiliki fokus yang kuat pada integrasi teori manajemen dengan praktik dunia industri.
“Di UC Surabaya, para mahasiswa MM dapat memilih dari berbagai peminatan, yang tidak hanya mencakup area manajerial konvensional tetapi juga menekankan pada manajemen yang berkelanjutan (sustainability) dan inovasi dalam dunia bisnis,” urainya.
Hal ini menjadikan program ini sangat relevan dengan kebutuhan pasar dan tren global.
Untuk peminatan baru ini, dikatakannya sudah memiliki sejumlah calon mahasiswa.
“Pada semester perdana, kami menargetkan kuota hingga 120 mahasiswa, dengan masing-masing peminatan dibuka untuk sepuluh mahasiswa. Kami juga menyediakan berbagai program beasiswa yang bisa langsung diakses melalui student advisor,” jelas Damelina.
Selain itu, Damelina menekankan bahwa kurikulum dirancang agar selaras dengan minat mahasiswa.
Seleksi masuk mencakup administrasi, mini case, dan portofolio, tanpa batasan latar belakang S1, asalkan profil kandidat relevan dengan peminatan yang dipilih.
“Kami berharap program ini melahirkan lebih banyak lulusan dan praktisi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap industri masing-masing, terutama dalam aspek keberlanjutan (sustainability), sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Program ini juga menawarkan nilai tambah berupa pendalaman ilmu manajemen bisnis, entrepreneurship, dan peminatan spesifik.
Bahkan, 40 persen kurikulum akan difokuskan pada peminatan tersebut.

