Sumber:https://mili.id/baca-17444-sentuhan-estetik-di-kota-lama-surabaya-dari-mahasiswa-uc-dan-malaysia

Sentuhan Estetik di Kota Lama Surabaya dari Mahasiswa UC dan Malaysia

22 Februari 2025

Surabaya, mili.id – Mahasiwa Universitas Ciputra (UC) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) memberikan sentuhan estetik di Kota Lama Surabaya.

Program “Uniting Colors in Creativity and Heritage” itu diinisiasi UC Surabaya, berkolaborasi dengan UTM.

Program itu aplikasikan dengan memberikan sentuhan estetika dengan melukis tembok di kawasan Kota Lama Surabaya.

Vice Head International Relation Universitas Ciputra, Gelar Nanggala Wahyu Sagara mengatakan, program itu berlangsung dari tanggal 16 hingga 22 Februari 2025.

Selain mahasiswa UC, program ini juga melibatkan 20 mahasiswa UTM dari berbagai jurusan, didampingi 4 dosen.

“Kami mengandeng Program Studi Visual Communication Visual (VCD) UC yaitu dosen, tenaga kependidikan dan juga mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pembuatan mural ini,” terang Gelar Nanggala, Sabtu (22/2/2025).

Mural mengusung tema sejarah masyarakat Surabaya tempo dulu. Pemilihan tema ini hasil koordinasi antara UC, Disbudporapar Kota Surabaya, dan pihak terkait lainnya untuk mendukung program revitalisasi kawasan Kota Lama Surabaya.

“Lokasi mural dipilih di Jalan Mliwis, yang berada dalam jarak berjalan kaki dari kawasan Kota Lama dan memiliki tingkat kunjungan yang tinggi. Dengan mural ini, diharapkan tercipta daya tarik wisata baru yang dapat dinikmati oleh masyarakat Surabaya maupun wisatawan lain,” terangnya.

Menurutnya, program ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional khususnya dalam bidang non-akademik yang menonjolkan kreativitas, pertukaran budaya, dan keterlibatan mahasiswa lintas negara.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan UC terhadap upaya Pemkot Surabaya dalam merevitalisasi kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata baru.

“Sebagai bagian dari agenda, mahasiswa UTM juga kami ajak mengunjungi Deskranasda Tunjungan guna mempromosikan produk-produk UMKM lokal,” imbuhnya.

Dosen VCD dan juga konseptor mural, Pandu Rukmi Utomo menjelaskan bahwa pengerjaan mural dengan objek seperti dokar, penjual semanggi, penjual lontong balap dan orang cangkrukan khas Suroboyoan ini memakan waktu bervariatif dalam proses pengerjaannya.

“Seperti ikon semanggi ini akan memakan waktu sekitar tiga hari, dengan durasi kerja enam jam per hari. Mural akan dibuat pada permukaan seluas 7,5 x 3 meter, melibatkan kolaborasi kreatif antara mahasiswa UC dan UTM,” ungkap Pandu.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi Kota Surabaya dalam sesi jalan-jalan sebagai bagian dari pengalaman budaya. Mereka juga menikmati kuliner Surabaya seperti lontong balap, semanggi dan juga sinom.

Salah satu mahasiswa UTM Jurusan Mechanical Engineering, Shym Pei Xun menyampaikan rasa bangganya karena bisa mendapat ruang berkarya di Kota Pahlawan.

“Luar biasa rasanya, karena tidak pernah sama sekali sebelumnya buat mural atau Lukis. Saya senang diajari oleh teman-teman dan pembina dari VCD. Saya bangga bisa membuat karya di ikon kota Surabaya,” tuturnya.