Diplomasi Budaya Lewat Mural, UC dan UTM Malaysia Percantik Destinasi Wisata Kota Lama Surabaya
23 Februari 2025
SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) Surabaya bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menggelar program “Uniting Colors in Creativity and Heritage” di Surabaya pada 16–22 Februari 2025.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pembuatan mural bertema “Sejarah Masyarakat Surabaya Tempo Dulu” di Jalan Mliwis, yang berdekatan dengan kawasan Kota Lama Surabaya.
Vice Head International Relation UC, Gelar Nanggala Wahyu Sagara Putra, S Hum, M Han menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan UC terhadap upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam merevitalisasi kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata baru.
Program ini melibatkan 20 mahasiswa UTM dari berbagai jurusan, didampingi empat dosen UTM, serta mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) UC.
“Kami bekerja sama dengan Disbudporapar Kota Surabaya dan berbagai pihak terkait untuk memastikan mural ini dapat mendukung revitalisasi kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata. Melalui program ini, kami juga ingin memperkuat kerja sama internasional di bidang kreativitas, pertukaran budaya, dan keterlibatan mahasiswa lintas negara,” kata Gelar, Sabtu (22/2/2025).
Gelar berharap program ini bisa menjadi media diplomasi budaya yang semakin mempererat hubungan antara UC dan UTM serta Indonesia dan Malaysia sebagai negara tetangga.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak bagi mahasiswa yang terlibat, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Surabaya. Kami juga berharap mural ini dapat dijaga dan dilestarikan agar bisa dinikmati dalam jangka waktu panjang,” ujarnya.
Pandu Rukmi Utomo, S.Ds., M.Ds., dosen VCD UC sekaligus konseptor mural menambahkan mural iniseluas 7,5 x 3 meter ini dikerjakan selama tiga hari menampilkan berbagai ikon budaya dan keseharian masyarakat Surabaya di masa lalu.
Objek yang dilukis meliputi dokar, penjual semanggi, penjual lontong balap, suasana cangkrukan, serta ikon kuliner semanggi Surabaya.
“Kami ingin mural ini menjadi daya tarik wisata baru yang bisa dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan. Dengan adanya mural ini, harapannya bisa menambah nilai estetika kawasan Kota Lama dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal,” kata Pandu.
Selain pembuatan mural, mahasiswa UTM juga diajak mengunjungi Deskranasda Tunjungan untuk melihat dan mempromosikan produk-produk UMKM lokal Surabaya, serta mencicipi kuliner khas Surabaya seperti lontong balap, semanggi, dan sinom.
Bagi mahasiswa UTM, pengalaman melukis mural menjadi sesuatu yang baru dan berkesan. Shym Pei Xun, mahasiswa UTM jurusan Mechanical Engineering mengaku senang bisa ikut serta meskipun ini adalah pengalaman pertamanya melukis mural.
“Luar biasa rasanya, karena saya belum pernah membuat mural sebelumnya. Saya senang diajari oleh teman-teman dari VCD UC. Saya bangga bisa berkontribusi membuat karya di ikon Kota Surabaya. Tantangan terbesar adalah banyaknya orang yang berlalu-lalang karena lokasi ini jalan umum, tetapi itu tidak menjadi masalah besar,” ujar Shym.
Hal serupa diungkapkan oleh Thayabharam, mahasiswa UTM jurusan Petroleum Engineering, yang menikmati kesempatan mengenal budaya Indonesia lebih dekat.
“Saya senang bisa berteman dengan mahasiswa UC dan mengerjakan mural bersama. Selain itu, saya juga menikmati kuliner khas yang tidak ada di Malaysia, seperti bakso, jamu beras kencur, dan es jeruk,” kata Thayabharam.
Sementara mahasiswa UC juga merasakan manfaat dari program ini. Cleo, mahasiswa UC, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini meski cuaca terik.
“Momen pengerjaan mural ini sangat berkesan dan tidak terlupakan. Saya merasa senang ketika melihat antusiasme dari teman-teman UTM meskipun cuaca cukup panas. Saya bersyukur bisa mengikuti program ini karena dapat memperkaya wawasan tentang budaya dan mempererat pertemanan dengan mahasiswa dari UTM maupun UC,” ujar Cleo. ****

