Keren! Mahasiswa UC Surabaya Ciptakan Chatbot Yucca untuk Info Kampus & Kos
24 Maret 2025
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya berinovasi memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dengan menciptakan chatbot interaktif bernama Yucca untuk membantu mahasiswa baru mendapatkan informasi penting seputar kampus.
Chatbot ini dirancang memberikan layanan informasi tentang fasilitas kampus, jadwal, hingga rekomendasi tempat kos, baik dalam bentuk suara maupun teks melalui website resmi UC.
Director AI and Technology Transformation UC Dr Trianggoro Wiradinata, M.Eng.Sc, CDSS mengatakan inovasi chatbot Yucca merupakan hasil kompetisi internal kampus untuk menciptakan asisten virtual berbentuk maskot kampus Yucca
“Kompetisi ini bertujuan menghadirkan asisten virtual berbasis AI yang ramah, interaktif, dan bisa diakses mahasiswa melalui platform resmi UC,” kata Trianggoro, Senin (24/3).
Pengembangan chatbot Yucca melibatkan dua program studi, yaitu Informatika dan Visual Communication Design (VCD). Mahasiswa Informatika bertugas mengembangkan sisi teknologi, sedangkan mahasiswa VCD merancang tampilan visual dan animasi karakter Yucca.
“Inovasi ini membuktikan kolaborasi lintas disiplin ilmu bisa menghasilkan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat untuk komunitas kampus,” ujarnya.
Salah satu anggota tim Informatika, Willas Daniel Rorrong Lomban Tobing menjelaskan, chatbot Yucca dikembangkan dengan memanfaatkan Application Programming Interface (API), teknologi GPT AI untuk merespons pertanyaan, serta Eleven Labs AI untuk mengeluarkan suara dari visual Yucca.
“Data yang kami gunakan bersumber dari website internal UC, termasuk tambahan informasi kos-kosan di sekitar kampus,” kata Willas.
Dia menambahkan tantangan utama mereka adalah menyesuaikan desain agar menarik dan bisa diterima oleh tim teknologi dan desain.
Sementara itu, Gerald Hartanto dari tim Visual menuturkan, pengembangan karakter Yucca dimulai dengan menentukan sifat dan watak karakter, lalu dilanjutkan pembuatan storyboard dan rigging agar karakter bisa bergerak.
“Rigging dan storyboard makan waktu sebulan, sedangkan integrasi dengan sistem programmer sekitar satu minggu,” ungkap Gerald. (mcr12/jpnn)

