Universitas Ciputra Gandeng Wahyoo Venture Kupas Bisnis dan Investasi di Era Web3
9 Oktober 2025
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan blockchain, Universitas Ciputra (UC) Surabaya melalui program Entrepreneurship & Venture Development (ENT), berkolaborasi dengan Wahyoo Venture menggelar seminar bertajuk “Entrepreneurship & Investment in the Web3 World” di Dian Auditorium, Kamis (9/10/2025).
Acara ini mengupas tuntas bagaimana dunia bisnis dan investasi berkembang di era Web3.
Ratusan mahasiswa Universitas Ciputra bersama pengusaha dari komunitas Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia) tampak antusias mengikuti sesi diskusi.
Mereka diajak memahami pentingnya membangun mindset kewirausahaan dan investasi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, terutama di era ekonomi digital yang semakin terbuka.
Founder Wahyoo Venture, Peter Shearer, mengungkapkan alasan memilih UC sebagai mitra kolaborasi. Menurutnya, Universitas Ciputra memiliki ekosistem kewirausahaan yang kuat dan mahasiswa yang kreatif serta berani mencoba hal baru.
“Mahasiswa UC punya karakter adaptif dan inovatif, itu yang dibutuhkan untuk menembus dunia bisnis berbasis teknologi seperti Web3,” ujar Peter.
Dalam kesempatan itu, Peter juga memperkenalkan Hypr Project, sebuah inisiatif yang membantu bisnis di sektor F&B (food and beverage) dengan potensi pertumbuhan tinggi untuk mendapatkan pendanaan melalui sistem digital dan desentralisasi.
“Kami melihat potensi besar dari sektor F&B dan lifestyle di Indonesia. UC punya banyak talenta yang siap mengembangkan inovasi di bidang tersebut,” tambahnya.
Vice Head of Entrepreneurship & Venture Development (ENT) UC, Yuanita Ratna Indudewi menuturkan kegiatan ini menjadi langkah nyata UC dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi bisnis masa depan.
“Kami ingin mahasiswa UC tidak hanya tahu teori bisnis, tetapi juga memahami tren investasi baru seperti Web3 yang akan membentuk ekosistem ekonomi global,” ungkap Yuanita.
Yuanita menambahkan, ENT UC terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pelaku industri agar mahasiswa terbiasa berinteraksi langsung dengan dunia usaha.
“Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tapi juga dari pengalaman nyata para praktisi,” ujarnya.

