Sumber:https://rri.co.id/iptek/1945585/empat-wisudawan-universitas-ciputra-lahirkan-garuda-futsal-league
Empat Wisudawan Universitas Ciputra Lahirkan Garuda Futsal League
1 November 2025
KBRN, Surabaya: Empat wisudawan Program Studi International Business Management (IBM) Universitas Ciputra (UC) membuktikan wirausaha bisa lahir dari passion dan empati sosial. Mereka adalah Muhammad Akhva Aulia Nusantara, Andhika Putra Firmansyah, Muhammad Lazuardi Firdausa, dan Daffa Nushshar Ardhastya, dengan karya Garuda Futsal League.
Melalui proyek tugas akhir bertajuk Garuda Futsal League (GFL), mereka menghadirkan ajang futsal yang tidak sekadar kompetisi. GFL juga menjadi wadah pembinaan, hiburan, dan pengembangan karier bagi pemain muda Indonesia.
Dalam tim GFL, Akhva Aulia Nusantara berperan sebagai leader, sementara Muhammad Lazuardi Firdausa membuat sistem pertandingan. Daffa Nushshar Ardhastya mengelola keuangan, dan Andhika Putra Firmansyah menangani concepting media serta hiburan.
“Kami melihat masih kurangnya wadah futsal yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Akhva, Sabtu (1/11/2025). “Karena itu, kami ingin menciptakan kompetisi yang tidak hanya seru, tetapi juga punya value sosial.”
Ia menambahkan bahwa GFL dibuat dengan konsep inklusif. “Pendaftarannya gratis, jersey gratis, hadiahnya kompetitif, dan ada peluang training camp untuk pemain terbaik,” katanya.
Dengan bimbingan Prof. Dr. Thomas Stefanus Kaihatu, M.M., tim GFL mengelola turnamen secara profesional. Mereka menerapkan sistem pertandingan berbasis digital, manajemen sponsorship, serta kolaborasi dengan media partner dan asosiasi futsal daerah.
Sejak debutnya, GFL digelar di Surabaya dan Malang dengan total hadiah lebih dari Rp60 juta per seri. Acara ini juga menghadirkan scouting team AFP Jatim untuk menjaring pemain potensial menuju Pra-PON 2026.
GFL terus berjalan dengan semangat tinggi, meski salah satu anggota tim tengah berjuang melawan tumor ganas. “Saya dan teman-teman semangat mewujudkan mimpi ini. Dukungan dosen pembimbing membuat impian kami terwujud,” ucap Lazuardi.
Christina Yanita Setyawati, S.E., S.Pd., M.M., selaku dosen koordinator skripsi, mengapresiasi semangat luar biasa tim GFL. Ia menilai Lazuardi tetap bertanggung jawab menyelesaikan studinya meski harus melawan penyakit.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, GFL turut menggerakkan ekonomi kreatif lokal. Kegiatan ini memberdayakan musisi muda tampil di setiap event dan membuka lapangan kerja bagi UMKM sekitar venue.

