UC Jadi Tuan Rumah Pelatihan Penjaminan Mutu Kampus. Diikuti 75 Peserta dari Sembilan Negara

4 Desember 2025

Universitas Ciputra (UC) Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Train IQA Workshop 3 dan ASEAN-QA Forum 2025. Forum yang dihelat lima hari itu diikuti 75 peserta dari sembilan negara. Salah satu topik yang dibahas yaitu terkait akal imitasi (AI).

AI dikuliti di sesi pertama. Sebab, UNESCO dan OECD menilai AI mendisrupsi cara belajar, mengajar, serta tata kelola mutu. Beberapa pakar dihadirkan menjadi pembicara. Misalnya, pakar penjaminan mutu atau QA internasional Frank Niedermeier dari University of Potsdam, Jerman; Prof Ong Duu Sheng dari Multimedia University (MMU), Malaysia; dan prof Philipp Pohlenz dari University of Magdeburg, Jerman. Forum itu juga menjadi ajang berbagi praktik QA antar pimpinan perguruan tinggi, mulai dekan, wakil rektor, hingga kepala lembaga mutu.

Head of Institutional Development & Quality Enhancement UC sekaligus Trainer ASEAN-QA Lenny Rosita mengatakan, pelaksanaan kegiatan itu merupakan bukti kapasitas Indonesia dalam memfasilitasi dialog strategi mutu global. Peserta membawa pulang proyek dan best practice yang bisa langsung diterapkan di kampus masing-masing. “Train IQA dan ASEAN-QA Forum bukan hanya pertemuan akademik, tetapi ruang perumusan etika, kolaborasi, dan kerangka QA yang relevan dengan tantangan AI,” ujarnya kemarin (3/12).

Frank Niedermeier menyebut, koneksi antarmanusia tetap esensial dalam pendidikan, meski AI terus berkembang. Peran manusia untuk menjaga kualitas pembelajaran dan hubungan sosial dalam ekosistem akademik. “Kami sangat senang berada di SUrabaya, UC punya komitmen mutu yang kuat, dan kampus ini ideal untuk forum internasional,” katanya. (omy/aph)