Ingin Tumbuhkan Dunia Perfilman di Surabaya
22 Oktober 2024. Hal. 15
BERAWAL dari tugas mata kuliah film production pada 2023 lalu, Acam yang merupakan mahasiswa prodi visual communication design (VCD) UC itu membuat film pendek yang berhasil menembus beberapa acara film pendek yang berjudul Is-Smile itu sebenarnya bukan film pertamanya. Tapi, film tersebut berhasil meyakinkan dirinya untuk membuat PH sendiri dengan nama Achmad Candi Production (ACP).
Acam yang saat ini berada di semester akhir studinya dan tinggal menunggu wisuda itu pun sudah mendapatkan beberapa project lewat ACP itu. Bahkan, sebelum dirinya resmi menyandang gelar sarjana. Keyakinannya untuk mendirikan ACP tentu melewati banyak proses. Termasuk untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia mampu.
Salah satu yang berhasil membuatnya cukup percaya diri untuk membuat PH-nya sendiri adalah dari keberhasilan memimpin Smile Production. Itu merupakan PH yang membuat film Is-Smile itu. “Karena Smile Production ini isinya teman-teman seangkatan aku sendiri yang waktu itu satu tim buat bikin tugas film production ini, aku sempat nanya ke mereka gimana ke depannya. Apakah project ini cukup sampai di tugas kuliah aja atau mau lebih,” ceritanya saat ditemui di kampusnya kemarin (21/10).
Dan jawaban dari kebanyakan temannya adalah cukup untuk lulus di mata kuliah tersebut saja. Hal itu pun membuat dia tahu sikap dan ekspetasi apa yang harus disiapkan selama project tersebut. Namun, seiring berjalannya proses itu, dia sedikit banyak berharap bahwa film yang digarapnya itu bisa lebih dari sekedar tugas kuliah.
“Sampai waktu screening pertama kali di auditorium kampus. Semua pemain yang terlibatkan kita undang untuk screening. Terus selain dosen, ada juga orang luar yang ikut menilai. Mereka juga berasal dari film maker,” ceritanya.
Feedback dari salah seorang film maker itu lah yang berhasil kembali meningkatkan kepercayaan dirinya akan hasil film Is-Smile. “Dia bilang kalau film ini jangan sampai berhenti cuma di screening kampus aja. Tapi harus bisa keliling Indonesia bahkan dunia,” ujarnya. Komentar itu akan salah satu komentar yang selalu diingatnya.
Dari sana, dengan rasa percaya diri yang masih maju mundur akhirnya film Is-Smile didaftarkannya ke beberapa acara film festival. Dari belasan acara, filmnya berhasil lolos dienam acara. Di antaranya Bandung International Film Festival (BISFF) dan mendapatkan official selection. Juga ditayangkan di Video.com lewat Road to Jakarta Film Week. Karya itu juga mendapat Soebiyanto award di festival film Mataram Hufest. Ada juga apresiasi official selection di AICIFEST Unair. Selain itu juga dapat penghargaan dari wali kota Surabaya lewat Parade Film Surabaya. Berikutnya juga dapat official selection di Ciputra Film Festival.
Banyak yang mengatakan capaiannya itu adalah hoki. Tapi menurut dia, itu tetap sebuah pencapaian yang diraihnya lewat kerja keras.
Dari sana, dirinya pun ingin membuktikan lebih jauh lagi bahwa para sineas muda bisa juga mendapatkan tempat di tingkat nasional maupun internasional. (*/jun)

