Jawa Pos.16 Agustus 2013.Hal.32

SURABAYA- Universitas Ciputra memperkenalkan wirausaha dengan cara unik. Kemarin (15/8) para buruh migran Indonesia (BMI) dikenalkan pada trik dan tip memasak ayam goreng sekaligus menjualnya kepada pelanggan. Mereka bertentang dan senang.

Ada 21 buruh migran dari luar negri. Sebagai peserta lain, 12 warga Citraland juga turut serta dalam kegiatan bertajuk UC Innovation Kitchen Laboratory  itu. Mereka mengenakan kostum layaknya seorang chef propesional. Chef Hugo menjelaskan berbagai bahan dasr bumbu dan pengarunya dalam bumbu  ungkep,” mereka juga diminta untuk ngincipin ayam goreng dari kompetitor,” ujar Hgo selaku instruktur. Tujuannya, para peserta tahu sebatas mana cita rasa ayam ungkep kompetitor dan bagaimana mereka bisa mengkreasi cita rasa sehingga mampu memuasm-kan pelanggan .

“Namanya entrepreneur ya harus inovatif,” lanjut Hugo. Begitu diberi aba-aba,33 peserta pelatihan wirausaha itupun sibuk mengambil bumbu dapur dan dapur di meja. Peserta diharuskan membuat bumbu ungkep ayam goreng. Bumbu tersebut akan difungsikan sebagai formula inti ayam goreng. Ayam goreng itu akan diberikan ke beberapa orang yang berperan sebagai pelanggan. Diantaranya Rektor, mahasiswa dan karyawan UC.

Para buruh migran menyatakan senang. Mereka mengaku mendapat banyak ilmu mengenai bewirausah kuliner.”Senang bangat, jadi Nggak hanya tahu cara bikin bumbu yang enak , tapi juga strategi pasarnya,” ujar Faridah, salah seorang peserta. Perempuan asal Jombang itu menyatakan sangat termotivasi untuk berwirausaha. Yaitu, membuka usaha kuliner di Indonesia. “ Kontrak kerja saya di Hongkong berakhir tahun depan. Saya tidak akan memperpanjang lagi. Bisnis di Indonesia saja,”ungkapnya.

Penggagas UC Innovative Kitchen Laboratory Anton Tanan mengatakan terinspirasi inovasi program pelatihan tersebut setelah berkunjung ke Hongkong. Disana dia mndengarkan para BMI. “Paling banyak curhat kalau ke Indonesia. Tapi, bingung mau kerja apa di sini. Ya, akhirnya tercetus program ini. Ini di dukung penuh pak Ci (Dr.ir Ciputra),” ujarnya.

Sumber: Jawa-Pos.16-Agustus-2013.Hal_.32