Ada anak yang sangat pendiam, Berbicara pun enggan. Anak pendiam biasanya terlihat wajar meski sebenarnya harus dicari penyebabnya. Jika tidak diatasi, prestasi akademiknya dapat diterima karena ia nyaris tidak menjawab tidak ditunjuk.
Itu masalah yang sering muncul pada anak-anak. Kondisi Laura menunjukkan kemungkinan besar mengalami SM
Belajar dari keponakan- nya yang lebih senang membisu ketika berada di rumah, Santi Hendrawati (34) langsung panik ketika mengetahui anaknya juga senang melakukan aksi bisu. Maya (7) seperti malas Berbicara.
la akan berbicara jika ditanya. Jika tidak dit SD itu akan memilih diam. Yang membuat Santi heran, aksi bisu itu mencair jika Maya bertemu dengan dua sahabatnya, Annisa dan Tasya. Keduanya teman ra, siswa kelas 2 semasa TK dan sckarang ber- beda kelas meski satu sekolah.
Santi sudah mengondisi- kan agar Maya mau dekat dan bercerita tentang apa saja kepadanya. Akan tetapi, usahanya tidak pernah berhasil mulus. Maya hanya mengangguk dan memperhatikan, tetapi tidak ba- nyak bicara.
“Saya ingin bercerita tentang apa saja yang terjadi di sekolah. Itu bisa membuat saya tahu aktivitasnya. Sayangnya, ia tidak mau berbagi cerita,” kata Santi.
Menurut wali kelas Maya, di-las pun Maya tidak banyak berbi- cara jawaban menjawab. Meski demikian, pada saat terten- tu Maya akan terlibat aktif meng- obrol bersama beberapa teman ketika istirahat.
Awalnya Santi mengira Maya membutuhkan waktu beradaptasi seperti ketika ia masuk TK. Ternyata sampai nyata berlalu Maya tetap tidak tampak sangat antusias ketika ditanya tentang sekolahnya.
“Ia hanya menjawab datar ketika ditanya ‘asyik nggak tadi di seko- lah?” atau ‘tadi waktu tugas mem- baca puisi bisa? “. Maya biasanya menjawab pendek’ biasa ‘. Kalau sudah begitu, sulit mengo- rek cerita lain,” kata Santi.
Menurut Ermida Simanjuntak, psikolog, kemungkinan itu adalah selective mutism (SM) atau bisu selektif. “Itu masalah yang muncul pada anak-an ak. Kondisi Laura menunjukkan kemungkinan besar meng- alami SM,” kata Ermida. Karakter selektif dapat bervariasi pada setiap anak. Ada anak yang menolak bicara dengan guru dan teman. Ada pula anak yang menolak bi- cara hanya pada guru. Ada anak yang Berbicara dengan suara lirih atau pelan. Ada juga anak yang sama sekali tidak mengeluarkan suara.
Maya masih mau berpartisipasi pada kegiatan akademis di sekolah meskipun ia tidak berbicara sama sekali jika tidak menjawab. Ada pula anak SM yang tidak mau berbicara dan juga tidak mau mengikuti kegiatan akademis di kelas.
Ciri lain dari anak SM adalah saya yang sering menggunakan bahasa nonverbal seperti mengangguk, menggeleng, atau menunjuk pada apa yang mereka maksud tanpa mengeluarkan suara sama sekali ketika ditanyai oleh orang lain. (*)
Sumber: Surya 8 Oktober 2017. Hal 12

