
SURABAYA, Jawa Pos – Di usia yang sudah mencapai 64 tahun, Director of University Development Center Tony Antonio masih aktif memberikan training dengan sistem nonprofit. Bahkan, dia tidak hanya melakukannya di Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga sampai ke luar pulau seperti Kupang dan Medan. Alasannya sederhana. Pria yang juga seorang ketua senat di Universitas Ciputra itu mengaku ingin membantu para anak muda yang masih bingung dengan masa depan mereka.
Kegiatan memberikan training ternyata digeluti sejak dia lulus S-1 dari Universitas Pancasila Jakarta. “Passion saya sebenarnya memang masih sejalan dengan pekeraan saya ngajar ya. Bedanya dikit aja,” ujarnya lantas tertawa.
Dia menuturkan, di dalam kelas, dirinya mengajar materi yang sangat akademik. Itu berbeda dengan training. “Yang saya ajarkan lebih ke skill dan santai,” jelasnya saat ditemui di kantornya kemarin (20/1). Sejak kuliah Tony mengaku sangat aktif diberbagai kegiatan dan organisasi. Salah satunya organisasi waralaba tempatnya memberikan training nonprofit tersebut. “Awalnya memang memberikan training yang nggak jauh dari tempat tinggal. Tapi beberapa tahun terakhir sudah mulai ke luar pulau, “ucapnya. Training yang diberikan umumnya soal leadership. “Tapi, turunannya banyak. Ada life skill, managing self, dan masih banyak lagi,” jelas pria yang mengambil S-2 di University of South Australia itu.
Sebulan, setidaknya pria kelahiran 9 Desember 1955 tersebut selalu mendapatkan undangan untuk memberikan training. Untuk yang luarpulau, ada undangan dua bulan sekali. “Tapi juga nggak pasti,” ucapnya. Mayoritas yang dimentori adalah para mahasiswa dan alumni universitas.
“Sebenernya tidak ada batasan umur buat siapa pun yang mau ikut training saya. Tapi ternyata banyak anak muda ini yang lebih membutuhkan. Baik yang masih mahasiswa maupun sudah lulus,” katanya. Dari situ, rektor pertama Universiyas Ciputra tersebut ingin membantu anak-anak muda itu untuk menemukan apa yang ingin mereka bangun di masa depan.
Pria yang kini tengah menempuh pendidikan S-3 di Jurusan Leadership UPH Jakarta tersebut juga masih ingin bisa berbagi ilmu apa pun. “Pokoknya selama saya belum pikun,” tuturnya, lantas tertawa. (ama/c20/tia)
