Intisari no 659.Anak Demam Orang Tua Jangan Panik.Agustus 2017.Hal 147 001-page-001

Bila anak Anda demam, salah satu solusi adalah dengan memberi obat penurun panas. Namun beberapa jam setelah diberi obat, wajar jika suhu tubuhnya akan naik lagi. Karena memang obat tidak menyembuhkan, melainkan untuk menurunkan suhu tubuh agar tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer). Obat bukan untuk menormalkan suhu tubuh.

Salah satu risiko demam adalah dehidrasi. Tanda-tandanya: ubun-ubun cekung, kencing jarang, dan apabila punggung tangan atau perut dicubit, kulit lambat kembali. Beri dia minum sesering mungkin, boleh berupa jus, es batu, atau es krim. Bila muntah-diare, beri dia oralit.

Pada umumnya, demam tidak membahayakan. Namun demikian, ada beberapa kondisi di mana orang tua harus waspada. Misalnya, semakin muda usianya, orang tua harus semakin waspada.

Kita baru menghubungi dokter bila:

  • Bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ≥ 38o
  • Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu tubuh ≥38,5o
  • Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ≥40o

Dokterjuga perlu dihubungi pada beberapa kondisi berikut:

  • Kondisi anak memburuk: tidur terus-menerus, lemas, sulit dibangunkan (letargi)
  • Demam sudah berlangsung salaam 72 jam
  • Susah minum, tidak mau minum, atau sudah mengalami dehidrasi.
  • Rewel atau nangis terus-menerus, tidak dapat ditenangkan.
  • Kejan atau kaku pada kuduk leher.
  • Sakit kepala hebat yang menetap.
  • Sesak napas.
  • Muntah, diare terus-menerus.

(Sumber: Q&A Smart Parents for Healthy Children)

Sumber: Intisari. Agustus 2017 Hal 147