Kendala utama Flux Footwear dalam pejualan ritel dan B2B adalah keterbatasan perajin. Achnu dan kawan-kawan baru mampu menggandeng tiga perajin. “Setahun ke depan kami sudah mempersiapkan untuk membuat produksi sendiri dengan membeli mesin jahit serta merekrut penjahit. Apalagi, kami baru saja lulus dan bisa lebih fokus mengembangkan bisnis,”katanya. Selain itu mereka berniat membesarkan merek dengan membuka toko sendiri. Flux Footwear juga mengembangkan produk mereka ke souvenir pernikahan. Ide tersebut muncul lantaran souvenir pernikahan yang beredar di pasaran dinilai monoton. “Untuk souvenir pernikahan bentuknya card holder, gantungan kunci, dompet, gelang, maupun ikat pinggang. Bahannya memanfaatkan sisa kulit sepatu yang tidak terpakai, “papar Achnu. Untuk pemasaran souvenir pernikahan, Achnu dan rekannya bekerjasama dengan wedding organizer di Surabaya. Harganya pun mereka tekan agar hmpir menyamai souvenir pernikahan di pasar. (vir/c15/noe).
Flux footwear, bisnis professional anak Kuliahan
Andalkan B2B dan Sister Company
Tanggulangin pernah Berjaya sebagai sentra kerajinan kulit di Sidoarjo. Namun, sejak terdampak semburan lumpur, kerjayaan tanggulangin meredup. Upaya membangkitkan kembali tanggulangin dirintis putri rafika dewi, ridho fildo hutama, achnu arifudin, dan eryck Brandon satrio. Mereka berbisnis sepatu dengan menggandeng perajin dari tanggulangin. Kali pertama bertemu 3 tahun lalu pada mata kuliah entrepreneurship di Universitas Ciputra mereka berempat pun sepakat membentuk flux footwear. Dirintis sejak 2014, flux footwear berfokus memproduksi sepatu perempuan. Namun di tim tersebut hanya ada seorang perempuan. Karena itu, mereka beralih ke pasar sepatu lelaki. “Meski, sepatu perempuan masih ada, “papar Achnu. Salah satu alasan mereka berfokus mengembangkan sepatu lelaki adalah desainnya yang lebih simpel dan everlasting. Hal ini berbeda dengan desain sepatu perempuan yang fast-moving. “Jika sampai sebulan tidak update bisa ketinggalan model dengan produsen lainnya.”ujarnya. Sebelum memutuskan bekerjasama dengan perajin di sidoarjo, mereka melakukan survey disejumlah daerah, terutama di Bali.
Setelah dipertimbangkan, harga dan kualitas perajin tanggulangin cukup mumpuni. Desain dan soal sepatu sudah ditentukan Achnu dan timnya. Bahan kulit disediakan perajin. Mereka bekerjasama dengan 3 perajin sepatu dari tanggalangin. ‘Kuncinya sepatu itu disol. Kalau sol bagus, sepatu bisa nyaman dipakai. Untuk solnya, kami memilih impor langsung dari tiongkok,”ungkap Eryck. Indonesia sebenarnya juga memiliki supplier sol sepatu dengan kualitas mumpuni. Sayangnya, mereka harus dibebani order minimal 2 ribu piece untuk satu model yang sama. Akses ke Tiongkok mereka peroleh saat mengikuti mata kuliah impor. Di mata kuliah tersebut, mereka diberi tahu cara mendapatkan barang dari luar negeri serta jaringannya di sana. Flux Footwear pun diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui pameran yang rutin diikuti mereka berempat. Bukan hanya pameran di dalam negeri, pameran di Malaysia juga pernah di sambangi Achnu dan kawan-kawannya. Meski demikian, penjualan flux Footwear masih bertumpu pada media sosial. “Di ritel, persaingan bisnis sepatu sangat ketat. Kami akhirnya memutuskan untuk menjual secara business to business dan memiliki sister company,”tutur Ridho.
Selama ini flux footwear lebih banyak memasok sepatu ke sister company di Jawa Timur. Sepatu itu di rebranding sesuai dengan merek sepatu milik sister company. Secara harga, flux footwear di banderol Rp 700 ribu hingga Rp 1,3 juta untuk sepatu laki-laki. Sepatu perempuan dijual seharga Rp. 400 ribu hingga Rp 700 ribu. Penggunaan bahan kulit dibagian luar dan dalam membuat harga yang di patok cukup tinggi. “Bagian luar menggunakan kulit sapi, sedangkan bagian dalam memakai kulit domba. Kulit domba terkenal dengan kulit domba. Kulit domba terkenal lembut, biasa di gunakan untuk bahan jaket sehingga tidak menyakiti kulit,”papar Eryck yang bertanggungjawab di bidang produksi. Pemilihan bahan kulit juga disesuaikan dengan brand yang mereka usung. Flux footwear berarti fashionable dan luxury (vir/c14/noe).
Tip bisnis Flux Footwear
- Ide bisnis berawal dari eksplorasi kebutuhan disekitar kita
- Kembangkan relasi secara formal maupun informal
- Langsung aksi. Kalau tidak berhasil, dievaluasi lagi dan dikembangkan
- Tempatkan diri sebagai konsumen
- Buka pikiran. Jangan terlalu idealis, tetapi harus melihat perkembangan pasar
Sumber: Jawa pos, 1 Mei 2017 Halaman 6

