SURABAYA – Konsep tradisional ala angkringan yang banyak tersebar di pinggiran Kota Jogjakarta dan sekitarnya mulai menginspirasi hotel-hotel berbintang di metropolis untuk mengaplikasikannya sebagai pola penyajian menu buffet di tempat mereka.
Berbekal piring bamboo beralas daun pisang yang dibakar, para pengunjung hotel kini bebas memilih lauk yang tersaji di display tatanan piring tanah liat di meja utama. Sebagai temannya, nasi kucing dengan beragam jenis tentu menjadi padanan yang tepat.
“Konsep ini memiliki dua tujuan. Yang pertama mengurangi rasa bosan terhadap penyajian menu-menu ala western yang selalu ada di hotel. Kedua, lebih mengenalkan kuliner tradisional,” kata Prima Soemarso, PR manager Hotel Bumi Surabaya.
Prima mengatakan, saat awal diperkenalkan konsep itu tahun lalu, tanggapannya tidak begitu bagus. Namun, seiring berjalannya waktu, justru semakin dicintai. Tak heran jika dulu tersebut konsep hanya diadopsi untuk dinner, sekarang malah diberlakukan setiap waktu makan. Tak terkecuali breakfast dan lunch.
Tidak hanya hotel bintang lima di kawasan tengah kota itu yang mengambil konsep demikian. Masih kota itu yang mengambil konsep demikian. Masih ada beberapa hotel lain yang mengadopsi hal sama.
Beberapa di antaranya terlihat di Garden Palace Hotel, Santika Hotel, Java paragon, dan Surabaya Plaza Hotel. Menu yang pasti ada adalah tuis cecek, gudeg, ayam bakar, aneka gorengan, hingga urap-urap dang gado-gado. (nji/c6/ayi)
Sumber: Jawa-Pos.4-Januari-2014.Hal_.40

