Gelar juara dunia delapan kali diajang balap motokros dunia menjadi bukti tak terbantahkan tentang kehebatan Antonio cairoli. Wajar bila toni,begitu biasa dipanggil, mempunyai posisi yang sejajar dengan sosok valentino rossi di ajang moto gp. Keduanya sama sama orang italia.
Toni yang lahir di patti,sicilia,italia,23 september 1985, meraih gelar perdana MXI atau yang kini disebut MXGP pada 2009 (sebelumnya pada 2005 dan 2007 ia meraih gelar juara di mx2). Ia pun sukses mempertahankan gelar juara dunianya itu dalam limatahun berikutnya secara berturut turut. Sayangnya,setelah memenangi gelar juara dunia terakhirnya pada 2014,kroser yang juga penggila pasta ini mengalami cedera bahu kiri akibat terjatuh saat mengikuti kualifikasi pada mxgp maggiora,italia,juni 2015. Ia pun gagal mempertahankan gelarnya pada 2015. Proses pemulihan tulang bahu itu membuatnya harus bersabar selama dua tahun untuk bisa kembali menjadi juara dunia. Pada 2017 inilah toni kembali siap merebut juara dunia. “tahun 2017 ini target saya sama seperti tahun tahun sebelumnya,yaitu kembali menjadi juara dunia setelah dua tahun tidak bisa melakukannya karena cedera” ujar toni kepada kompas,di sela sela ajang mxgp pangkal pinang di kepulauan Bangka Belitung,3-5 maret lalu. “saya ingin memenangi balapan dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin,serta berusaha tidak sampai cedera lagi. Sekarang fisik saya tidak bermasalah sama sekali sehingga saya pun bisa membalap dengan penuh kegembiraan” tegasnya. Kerja keras toni untuk menaklukkan sirkuit balapan dipangkal pinang terlihat jelas. Ditemani dua anggota timnya,dia rajin menjaga kebugaran dengan jogging dari hotel hingga ke sirkuit yang jaraknya sekitar 5 kilometer. Dia juga memutuskan langsung datang ke Indonesia setelah menjalani balapan seri pertama di Qatar agar bisa cepat beradaptasi dengan kondisi cuaca di Indonesia. Di sela sela persiapannya,toni pun menjalani hari hari dipangkal pinang dengan cukup rileks. Bersama kekasihnya,jill cox dan anggota timnya,toni berjalan jalan ke pantai parai disungai liat, berkeliling kota pangkal pinang,hingga menikmati karaoke. “saya sangat senang berada disini. Meski sering hujan dan udaranya lembab, masyarakat disini sangat ramah dan bersahabat. Kondisi alamnyapun masih sangat alami,berbeda dengan ditempat kami” ungkap kroser yang setia menggunakan nomor 222 itu.
Penerus sang ayah
Toni merupakan anak laki laki satu satunya sekaligus anak bungsu dari empat bersaudara dikeluarganya. Ia adalah penerus sang ayah, benedict, yang merupakan jagoan balapan jalanan di patti. Dengan motor vespa dan lambretta,benedict hampir tidak terkalahkan pebalap lain. Akan tetapi sang ayah tidak pernah bisa serius membalap disirkuit karena tidak disetujui kakek toni. Oleh karena itulah, benedict menggantungkan obsesinya menjadi pebalap kepada anaknya,toni. Sejak usia 4 tahun, toni sudah belajar naik motor trail mini,italjet 50. Namun,baru tujuh tahun kemudian dia mengikuti lomba. Pada lomba kedua yang diikutinya, ia menjadi juara. Setelah itu,dia memenangi banyak balapan lainnya. Prestasinya yang mentereng mengantarkan toni ke kejuaraan dunia motokros kelas 124 pada tahun 2002. Meski tidak lolos kualifikasi pada balapan pertamanya di genk, belgia, toni tidak kecewa. Dia baru mendapatkan tempat ketika ikut balapan di loket,ceko. Dari balapan kebalapan dibeberapa negara, toni belajar untuk memahami berbagai kesulitan yang dialaminya danjuga memahami dunia mxgp pada 2008. Hasil belajarnya dia buktikan dengan menjadi juara dunia mxgp (ketika itu masih disebut mxi) pada 2009. “sepanjang hidup, saya terus belajar dan berusaha meningkatkan kemampuan saya karena motokros ini sudah menjadi hidup saya. Saya juga senang karena sekarang banyak pebalap muda yang mengikuti jejak saya, belajar dari saya dan juga berkompetisi dengan saya. Mereka semua memiliki potensi,tinggal bagaimana mereka mempertahankan kecintaan mereka kepada motokros dan mengabdi untuk olahraga ini” paparnya.
Duta MXGP
Menyadari profil dirinya yang tinggidan popularitas motokros,khususnya mxgp yang masih kalah jauh dari balap motor motogp, toni dengan sukarela menjadikan dirinya sebagai duta motokros. Iapun aktif diberbagai media social. Ia rajin mencuit tentang kegiatannya lewat akun twitternya. Dia juga termasuk pebalap yang ramah kepada para penggemarnya. Dia jarang menolak ajakan untuk berfoto bersama,termasuk ajakan berfoto dari masyarakat di pangkal pinang. Toni senang dengan sambutan masyarakat di pangkal pinang. Bagi dia, hal itu menggambarkan bahwa warga di ibukota provinsi Bangka Belitung ini mulai mengenal mxgp dan menyukai motokros. “saya juga sangat senang karena atmosfer mxgp disini sangat bagus. Itu menambah semangat para kroser” ungkapnya. Sikap toni terhadap para pebalap muda juga layak mendapat pujian karena dia tidak pelit berbagi ilmu. Dia sering kali mengajak para pebalap muda di timnya untuk berlatih bersama. Menjadi juara dunia lagi,lanjut toni,merupakan perjuangan panjang. Oleh karena itu,ia tidak hanya perlu menjaga stamina, tetapi juga konsistensi di setiap balapan. “sangat penting untuk terus berlatih dan menghindarkan diri dari cedera. Kita juga harus selalu berusaha menjadi yang terbaik disetiap balapan” pesannya kepada para pebalap motokros diseluruh dunia.
Sumber: Kompas, Senin 27 Maret 2017

