Kamis, 9 September 2021 lalu, UC Library Kembali mengadakan acara dengan tema “Information Literacy Class: Plagiarism 101 & Reference Manager Mendeley” melalui zoom. Seminar ini menghadirkan narasumber Raden Panji J. Udik Esbiantoro, S.S yang merupakan Staff Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya (Pustakawan).

Kelas ini membahas bagaimana tips dan trik menurunkan hasil cek kemiripan dan plagiarisme, mencari referensi serta belajar reference manager Mendeley yang sangat berguna dalam kita menentukan format sitasi penggunaan fitur add citation serta bibliography secara otomatis dalam penulisan karya ilmiah maupun tugas akhir.

Plagiat merupakan pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri.

Dalam PERMENDIKNAS No. 17 Tahun 2010 (Pasal 1 Ayat 1), mengatakan bahwa plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Kemudian Pak Panji menjelaskan bagaimana tips agar terhindar dari plagiat, yaitu, dengan mencatat dan menyimpan sumber referensi, memparafrase sumber referensi, menggunakan gaya sitasi, dan cek menggunakan plagiarism tools. Tujuan dari penulisan sitasi sendiri pun adalah agar mempermudah pembaca dan penulis melakukan penelusuran terhadap sumber aslinya, pengembangan ilmu pengetahuan melalui tulisan yang saling terkait, serta mencegah tindakan plagiat.

Adapun Jenis dari gaya sitasi ini adalah seperti APA (American Psycohlogical Association), MLA (Modern Language Association), CHICAGO/TURABIAN, HARVARD, Vancouver, dll. Tips menurunkan presentase similarity dan plagiasi bisa dilakukan dengan cara paraphrase, mencari sinonim atau persamaan kata, dan menggunakan reference manager.

Untuk langkah-langkah memparafrase sendiri dapat dilakukan dengan dengan 5M, yaitu, memahami maknanya dengan cara membaca beberapa kali, mencatat kata kunci, menulis dengan kata-kata sendiri tanpa melihat sumber aslinya atau tulis dengan merubah struktur kalimat (aktif ke pasif atau sebaliknya), membandingkan hasil paraphrase dengan sumber aslinya, dan mencatat dan sitasi sumber yang digunakan.

Kita bisa menggunakan paraphrasing Tools, seperti Dupli checker, Spinner.id, Smodin, QuillBot, dll. Kemudian Tools mencari persamaan kata/sinonim, yaitu Sinonimkata.com, DiogPaul, Persamaan Kata, KBBI, Proverb Meaning, Tesaurus Tematis, dan lain sebagainya. Selain itu juga, kita bisa menggunakan Tools Reference Manager, seperti, EndNote, Zotero, Mendeley, JabRef, BibDesk, Refbase, RefWorks, dll.

Selanjutnya, bapak Panji menjelaskan mengenai “MENDELEY DESKTOP”. Mendeley adalah salah satu tools yang sangat membantu kita dalam mensitasi ketika kita membuat karya tulis. Pak Panji menjelaskan tentang mendeley ini mulai dari cara menginstall hingga cara penggunaannya. Partisipan diminta untuk secara saksama turut mengikuti seluruh langkah penggunaan. Pertama, buat akun terlebih dahulu dengan membukanya di www.mendeley.com untuk meregistrasi dengan memasukkan email, nama dan password. Kemudian, setelah meregistrasi, download Mendeley di laptop atau PC kita.

Jika teman-teman mengikuti seminar kemarin, Pak Panji telah menjelaskan secara lengkap mengenai cara penginputan jurnal serta bagaimana mengintegrasikan Mendeley dengan Microsoft Word. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, teman-teman bisa mengunjungi youtube Information Literacy Class – “Plagiarism 101 & Reference Manager Mendeley”.

Dalam mengerjakan sitasi, Information Literacy Class ini sangat membantu kita. Karena tidak hanya diberi penjelasan, teman-teman juga akan dibimbing secara pelan-pelan untuk mengikuti seluruh langkah dalam menggunakan Mendeley.