Aplikasi Bemoeh Mudahkan Pengguna Angkutan Kota. Jawa Pos.20 Februari 2015. Hal.32

SURABAYA – Transportasi masal meruapakn solusi atas problem kronis kemacetan dikota – kota besar. Namun, infrastruktur dan sarana – prasarana pendukung belum benar – benar memudahkan pengguna angkutan umum. Kolaborasi mahasiswa empat kampus ini menawarkan solusi. Mereka menemukan aplikasi bernama Bemoeh. Empat mahasiswa itu adalah Yefta Susanto (Uiversitas Ciputra), Muhammada Rizky (ITS), Marga bagus (Stikosa AWS), dan Novianto Hermawan (Unesa). Mereka berpendapat, Surabaya masih mengandalkan transportasi angkutan umum yang akrab disebut bemo atau angkot. Aplikasi temuan mereka bisa digunakan penumpang pengguna ponsel Android. Di masa depan, ponsel Android bakal semakin terjangkau. Menurut Yefta, alat itu seperti penanda untuk mobil angkutan umum. Aplikasinya bisa terkoneksi jika diinstal dalam gadget. Calon penumpang bisa membuka aplikasi itu jika butuh angkutan umum. “Bila buka Bemoeh, mereka akan melihat map (peta) yang detail. Peta itu memperlihatkan amgkutan umum yang sedang berada di jalan apa,” papar mahasiswa  jurusan teknik informatika tersebut. Apa manfaaatnya? Calon penumpang tidak perlu menghabiskan waktu menunggu di halte. Waktunya bisa efesien.

Sekarang pengerjaan Bemoeh mencapai tahap akhir. Untuk mengisi informasi rute angkutan umum di Surabaya, Yefta dkk meminta bantuan dinas perhubungan. Kendalanya, mungkin, biaya pemasangan yang tidak sedikit. Karena itu, dia berharap ada sponsor yang bersedia menjadi pendukung temuan yang menguntungkan warga kota tersebut. (ina/c23/roz)

Sumber: Jawa pos.20 Februari 2015. Hal.32