Asyiknya Menyesap Teh Rempah.Kompas.27 Agustus 2014.Hal.33

Sore hari yang cerah menjadi saat yang paling tepat untuk menikmati secangkir the. Apalagi jika ditemani sepotong kue atau seiring kue. Tak heran jika pada sore hari di kafe dan restoran selalu saja tampak orang yang sedang menikmati secangkir the.

Walaupun berasal dari Tiongkok, teh telah melalui banyak “perjalanan” yang membuatnya disajikan dengan beragam cara. Hal ini tentunya disesuikan dengan tradisi dan cita rasa setempat. Di India, misalnya, negara yang pernah menjadi kolono Inggris ini tidak serta merta sama cara penduduk setempatnya dalam hal menikmati the. Di negara penghasil the terbaik Darjeeling and Assam ini, penduduk setempat biasanya menikmati teh yang direbus bersama rempah- rempah, seperti kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan jahe sebelum dicampur dengan susu untuk membuat minuman bernama masala chai yang manis dan kental.

Bukan sekadar teh yang dituang susu layaknya teh tarik, minuman yang satu ini boleh dibilang cukup populer di seluruh dunia dan menjadi bagian dari daftar menu di banyak rumah-rumah kopi dan teh. Meskipun demikian, harus diakui di Indonesia masala chai belum terlalu beken. Secara tradisional, minuman yang bisa menghangatkan badan ini diracik dari ramuan polong hijau kapulaga, kayu manis, cengkeh tanah, bubuk jahe, dan lada hitam bersama-sama dengan daun teh hitam.

Serba Rempah

Belum beken bukan berarti Anda tak bisa menikmati masala chai di Indonesia, tepatnya Jakarta Allium, restoran kafe yang terletak di jalan Dharmawangsa VI Nomor 46 yang menyediakan minuman ini dalam salah satu daftar menunya. Allium yang berasal dari bahasa latin Allium sativum yang berarti bawang putih ini memang menyajikan masakan yang sarat akan bawang putih dan rempah-rempah lainnya. Tak heran, untuk urusan minuman pun, sang koki “menciptakan” minuman yang di dalamnya terdapat rempah-rempah

Sejak restoran kafe ini hadir tiga tahun yang lalu, hot chai tea (masala chai) menjadi salah satu yang paling difavoritkan para tamu. Salah satu pemilik Allium sekaligus chef restoran ini, Reiza Rajasa, mengaku sejak menikmati masala chai bersama sang istri di Little India, Singapura lima tahun yang lalu membuatnya terinspirasi “menciptakan”. Teh bercita rasa rempah yang cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Boleh dibilang, Reiza berhasil melakukannya.

Widya (24) merupakan salah satu pencinta ho chai tea racikan Reiza. Buat Widya, teh yang beraroma kayu manis ini sangat enak dinikmati sore hari sepulang kerja. “Kalau badan capek dan pegal-pegal, rasanya nikmat banget minum teh ini. Apalagi kalau lagi masuk angin, it works banget. Tidurnya juga jadi pulas dan keesokan paginya bisa bangun dalam kondisi badan yang segar,” ujar Widya.

Walaupun merekomendasikan apple crumble atau express kebuli with lamb sausages sebagai teman paling asyik menyesap hot chai tea, Widya lebih suka menyesapnya ditemani nacos. “Buat aku, rasa pedas bumbu nacos terasa balance dengan rasa rempah hot chai tea. Enak sekali di tenggorokan,” ujarnya mantap.

Apa yang dirasakan Widya saat menikmati hot chai tea rasanya tidak berlebihan mengingat banyaknya rempah yang berfungsi menghangatkan badan dalam minuman hangat tersebut. Setidaknya selain teh hitam dan susu, di dalamnya terdapat jahe, kapulaga, bunga lawang, cengkeh, lada hitam, dan kayu manis. Saat menyesapnya, aroma kayu manis akan menebar dan memancing anda menyesapnya lebih dalam. Menurut Reiza, penyanyi kelas atas dan pesohor negeri ini pun pernah menyesap hot chai tea buatannya, “Sekaligus pesan sembilan cangkir,” ujar Reiza. Anda juga tertarik menyesapnya? [AYA]

 

Sumber: Kompas.27 Agustus 2014.Hal.33.JPG