Atasan Asimetris, Bawahan Simpel. Jawa Pos.25 Maret 2015.Hal.36

Surabaya – Niken Sabrina Robellisa merasa pakaian kerjanya biasa saja. Dia ingin menambah koleksi busana yang berbeda. Niken memilih salah satu gerai di Tunjungan Plaza dan mencoba atasan asimetris berwarna ungu. Bagian depan biasa saja, tapi bagian belakang diberi aksen lebih panjang. ”Perlu pede yang tinggi kalau pakai beginian,” ungkap Niken, lantas tertawa.

Ditempat lain, Stefanny dan Winny juga sedang mencoba busana asimetris. Stefanny memilih atasan putih. Winy mengenakan busana merah. Bahan yang digunakan lembut dan jatuh.

Fashion blogger Fely Anastasia mengatakan, atasan asimetris dapat dikenakan ketika merasa bosan dengan model kemeja yang biasa saja. Dia menyarankan pemilihan kemeja asimetris lebih pada bentuk bagian belakang. “Tidak usah yang ribet. Asal nyaman sudah cukup,” ungkap perempuan berkerudung tersebut.

Meski bentuknya aneh, perempuan berjilbabpun bisa mengenakan kemeja tersebut. Fely mengatakan, bentuk jilbab dan kemeja diusahakan tidak bertabrakan. Misal ketika mengenakan kemeja asimetris, bentuk jilbab harus simple. Begitu pula warnanya. “Busana asimetris biasanya tersedia satu dua warna karena bentuknya sudah ramai. Kalau begitu, jilbab bisa menggunakan warna yang meriah,” ungkap perempuan kelahiran 24 Februari tersebut.

Elizabeth Njo May Fen, pemerhati fashion asal Surabaya, mengatakan, busana asimetris sering dipilih perempuan yang ingin terlihat edgy. Sebab, cutting-nya nyeleneh. Untuk bisa dikenakan pada kegiatan sehari-hari, busana tersebut tentu dipadupadankan dengan komponen yang simpel. Misal, celana jins straight. “Kalau atasannya asimetris, bawahannya perlu yang simpel. Begitu sebaliknya,” papar founder Pison and Fashion Foundation itu.

Busana asimetris, lanjut dia, sebaiknya dikenakan perempuan yang ingin menonjolkan bentuk badan. Misalnya, tungkai jenjang di tonjolkan dengan menggunakan celana pendek. “Intinya, busana ini digunakan untuk menonjolkan bagian badan yang bagus dan menutupi yang jelek,” ungkap perempuan yang disapa Afen tersebut.

Sumber : Jawa Pos 25 Meret 2015 Hlmn 36