Atasi Ketimpangan Layanan Kesehatan, FK Universitas Ciputra Buka PPDS Obgyn dan Bedah
25 Januari 2026
Surabaya, VIVA Jatim – Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC) kian memperkuat kontribusinya dalam dunia kesehatan nasional. Terbaru, FK UC resmi memperoleh izin pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk dua bidang strategis, yakni Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Spesialis Bedah, dengan penekanan pada penguasaan teknologi medis modern.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Prof Dr dr Hendy Hendarto, SpOG Subsp FER, mengatakan pembukaan program ini tidak sekadar menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pasien melalui pendekatan teknologi mutakhir, khususnya pada bidang bedah.
“Untuk program spesialis bedah, mahasiswa akan dibekali kemampuan operasi minimal invasif. Ini menjadi standar pelayanan bedah modern karena lebih efektif dan mempercepat pemulihan pasien,” ujar Prof. Hendy.
Ia menjelaskan, teknologi minimal invasif kini menjadi kebutuhan utama dalam layanan kesehatan rujukan. Oleh karena itu, calon dokter spesialis bedah tidak hanya dituntut menguasai keterampilan dasar, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi kedokteran.
Sementara itu, pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn, FK UC membawa misi pemerataan layanan kesehatan nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur yang hingga kini masih mengalami kekurangan dokter spesialis.
“Kebutuhan dokter spesialis, terutama Obgyn, masih sangat tinggi. Distribusinya belum merata dan Indonesia Timur menjadi salah satu wilayah yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, FK UC menyiapkan program beasiswa khusus bagi calon peserta PPDS yang berasal dari Indonesia Timur. Beasiswa ini disertai persyaratan pengabdian, yakni lulusan diharapkan kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, lulusan kami tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat yang masih kekurangan layanan kesehatan spesialis,” tambah Prof Hendy.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait rasio dokter spesialis yang belum ideal dibandingkan standar WHO, terutama di luar Pulau Jawa. Kondisi ini membuat keberadaan program pendidikan dokter spesialis menjadi sangat krusial.
Kehadiran PPDS di Universitas Ciputra juga diperkuat dengan pembangunan fasilitas pendidikan baru berupa tower khusus Fakultas Kedokteran. Langkah ini menegaskan posisi FK UC sebagai kampus berdampak yang menghadirkan solusi strategis nasional dalam peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.

