Awas Zombi Mengejarmu. Jawa Pos. 9 April 2017. Hal.25,35

Surabaya- Seratus zombi meyerang Citraland. Para zombi tersebut mengejar 1.700 orang yang berlari dalam ajang Zombie Chase Run yang diadakan Perkumpulan Alumni Universitas Ciputra kemarin (8/4).

Para zombi tersebut berdandan aneka gaya, juga dating dari beragam manusia. Mulai anak-anak hingga dewasa. Misalnya, penampilan salah satu zombi yang menunjukkan profesi dokter. Ada pula zombi yang tampil ala siswa SMA, ibu rumah tangga, hingga pekerja kantoran.

KAGET: Zombi mengejar para peserta Zombie Chase Run di Citraland Surabaya, sekitar 1.700 orang mengikuti acara ini (foto atas). Teguh Muljono tampil unik dengan aksesoris pisau menacap dikepala.

Anak Takut, Ibu Gertak Zombi

AWAS….

Sambungan dari hal 25

Dalam ajang itu, peserta harus berlari sejauh 5 kilometer. Nah, di sepanjang lintasan, terdapat tiga titik tempat berkumpulnya zombi. Titik tersebut adalah area start, halang rintang dan rumah hantu. Masing-masing zona dihuni tiga tipe zombi yang berbeda. Yakni, zombi yang mengejar dengan kecepatan tinggi, zombi jahil atau disebut go back to the door, dan zombi lambat.

Ditempat itu, para zombi mengganggu siapa saja yang melintasi area kekuasaan mereka. Suasana semakin menyeramkan karena para zombie juga berkolaborasi dengan hantu lokal Indonesia, yakni kuntilanak dan pocong. Dua hantu tersebut menghuni area rumah hantu. Zombi-zombi itu mengincar tiga pita yang ada di lengan setiap peserta. “Aturannya, peserta harus mempertahankan minimal satu pita dilengannya ketika sampai digaris finis,” jelas Verina Wijaya, ketua panitia acara itu.

Teriakan, rintihan, dan gertakan disuarakan dengan menggunakan pengeras suara. Para peserta pun dibuat kewalahan dan kehabisan napas. Sebagian peserta lain harus menambah kecepatannya ketika dikejar zombi. Tidak sedikit juga yang nekat. Mereka berhenti, lalu berfoto bersama. Namun, bagi peserta anak-anak, hampir semua ketakutan. Terutama bila melihat zombi yang bisa berlumuran darah.

Sebut saja Jason Indra Laksamana. Bocah 6 tahun itu menangis sekencang-kencangnya saat dikejar zombi. Ayahnya tertawa sambil menggandengnya. Beberapa kali Jason merengek ke Ayahnya untuk digendong.

Teriakan keras juga keluar secara spontan dari Amelia Wijaja. Amelia adalah salah seorang karyawati yang turut uji adrenalin berlari dengan zombi. Setelah melewati halang rintang dengan merangkak di bawah jaring yang dibentangkan, wajahnya terlihat pucat. Dia pun menepi sejenak. Belum puas istirahat, dia disapa zombi berambut panjang yang muncul dari belakang. Amelia yang kaget pun ngacir lagi.

Aksi lain yang tak kalah menarik tampak dari amukan seorang peserta kepada zombi. Zombi berkostum oranye itu mengganggu anak laki-lakinya. Ketika zombi menghampiri, si anak langsung menangis. Alhasil, zombi kenak semprot sama si ibu. “Udah cukup Anakku takut!” ucap si Ibu.

Selain mempertahankan pita yang ada di lengan, para peserta harus berlari dengan cepat. Rute yang harus diselesaikan berawal dari start di patung Entrepreneur Universitas Ciputra. Kemudian, berlari ke perumahan Stone Gate, melewati Falkutas Kedoteran Universitas Ciputra, perumahan Diamond Hill, dan kembali lagi ke Patung Entrepreneur. “Antusiasme masyarakat sangat besar. Mungkin kegiatan tersebut akan diadakan rutin,” terang Verina Wijaya. Acara itu juga menggandeng berbagai Komunitas lari di Surabaya. Untuk make-up zombi, penyelenggara bekerjasama dengan komunitas make-up karakter di Surabaya.

Sumber : Jawa Pos. 9 April 2017. Hal 25, 35