Apabila diperhatikan secara cermat, akan terlihat bagian-bagian lukisan lawas yang terlihat lawas yang seolah retak pecah-pecah. Tidak jarang lukisan tampak berdebu dan menjamur dibeberapa sudutnya. Hal ini sangat disayangkan, lebih-lebih bila lukisan yang anda pajang merupakan karya seni langka yang dibuat oleh pelukis ternama.
SEBENARNYA ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemilik lukisan cat minyak. Pertama, faktor lokasi. Lukisan cat minyak tidak bisa diletakkan di sembarang lokasi. Ruangan yang terlalu lembab dan dinding yang mudah basah adalah “musuh” lukisan cat minyak. Begitu pula dengan ruangan yang terlalu banyak sinar matahari tidak cocok menjadi lokasi penempatan lukisan. Simpan atau pajang lukisan cat minyak pada lokasi yang temperaturnya tidak mudah berubah secara drastis dan kering tetapi tidak terkena sinar mathari langsung.
Kedua, terlalu banyak menyentuh. Terkagum-kagum dengan replika tulisan Monalisa karya Leonardo da Vinci boleh-boleh saja. Namun, hindarilah kebiasan mengelus atau menyentuh lukisan. Terlalu banyak menyentuh lukisan cat minyak bisa membat permukaan lukisan cepat kotor dan rusak.
Ketiga, cara membersihkan lukisan cat minyak pun perlu tepat. Hindarilah terlalu sering membersihkan cat minyak agar tidak mudah rusak. Bersihkan lukisan cat minyak bila telah kotor. Pastikan tangan Anda dalam kondisi kering dan bersih saat akan membersihkan lukisan cat minyak. Membersihkan lukisan bercat minyak pun tidak menggunakan air.
Anda hanya memerlukan kain halus atau kuas yang juga memiliki bulu-bulu halus. Jangan menggosok lukisan dengan kasar. Akan tetapi, bersihkanlah lukisan cat minyak dengan berhati-hati agar tidak merusak tekstur dan bentuk lukisan. Semakin tua usia lukisan, Anda pun perlu semakin berhati-hati saat membersihkannya. Tidak hanya bagian lukisan. Anda pun perlu membersihkan pigura dan sudut-sudutnya. Anda perlu memastikan ukisan tampil bersih dan menarik.
Keempat, cara menggantung lukisan. Jika anda ingin lukisan sesuai dengan ruangan. Ukurlah terlebih dulu panjang dan lebar ruangan. Selanjutnya, ukur besaran lukisan. Berikan tanda-tanda untuk penempatan lukisan agar posisinya tepat.
Pilihlah jenis paku penyangga yang kuat. Ada baiknya memilih paku dari bahan baja yang kuat, apalagi jika dinding Anda cukup tebal. Pastikan paku tertanam kuat pada dinding dan tekstur dinidng kuat (tidak mudah pecah). Barulah setelah itu, Anda bisa menggntung lukisan.
Namun, lain halnya bila lukisan Anda rusak. Misalnya pernah jatuh dan lukisan menjadi pecah atau retak-retak. Lukisan juga bisa menguning atau berjamur dan sukar dibersihkan. Bila ini terjadi, sebaiknya bawalah lukisan kepada ahli lukisan agar bisa ditangani.
Jangan sampai Anda mencoba mengutak-atik lukisan sendiri. Tentunya anda tidak ingin lukisan mengalami kekacuan seperti pada lukisan Whisttler’s Mother pada film Mr Bean’s Holiday, bukan? [MIL]
UC Lib-Collect
Sumber: Kompas.1-September-2014.Hal_.35

