Mencicipi ayam goreng nan sedap di Warung Ayam goreng Jawa Asli Berkah, Melawai, Jakarta Selatan
Surtan Siahaan
Anda penggemar fanatik ayam goreng? Yuk, segera meluncur ke jalan Melawai XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jalan yang taknya nggak jauh dari pusat niaga Blok M ini memang populer sebagai kawasan kuliner ayam goreng khas Kalasan, Prambanan, Yogyakarta. Di sepanjang jalan Melawai XIII berjejer warung tenda yang menjajajakan ayam goreng kalasan. Tapi, yang menjadi legenda di daerah ini: Warung Ayam Goreng jawa Ali Berkah. Posisinya persis di belakakang rumah sakit Bersalin Asih.
Kedai yang dirintis Slamet Rahmat ini sudah sejak 1962 silam. Dan, pasti, paling ramai pembelinya diantara warung ayam goreng lain di jalan Melawai XIII. Banyak artis top yang menjadi pelanggan Goreng Jawa Asli Berkah. Sebut saja penyanyi Glenn Fredly, Tompi, Rossa, serta Agnes Monica.
Kapasitas kedai ini banyak, bisa menampung 120 pengunjung sekaligus. Jam operasinya, mulai pukul 11 siang hingga 11 malam, dan selalu ramai. Tapi, jam paling sibuk dan sesak adalah saat jam makan siang. Anda bahkan harus antre untuk mendapatkan tempat duduk saat prime time tersebut.
Soal interior, tidak ada yang istimewa dengan kedai yang sejak 2010 menjelma menjadi warung tenda kakilima iini. Maklum, kebanyakan pelanggannya datang hanya untuk makan bukan kongko-kongko. Namun, bangunannya punya sirkulasi udara bagus. Kedai ini juga bersih sehingga sehingga membuat saat bersantap cukup nyaman.
Kedai ini tidak menjual ayam per potong seperti warung kebanyakan, ya. Minimal pengunjung harus pesan setengah ekor. Alhasil porsinya cocok untuk makan berpasangan alias berdua. Meski ukurannya jumbo, tidak perlu tunggu berlama-lama, kok, untuk mendapatkan pesanan anda. Dalam lima menit, seekor ayam utuh tanpa bagian ceker sudah nangkring di atas piring lebar. Warnanya kuning kecoklatan.
Dari tampangnya, terlihat jelas ayam goreng racikan Rahmat cukup Kering. Sepertinya, tukang masaknyacukup sabar meniriskan minyak yang melekat pada ayam goreng.
Sebagai lawan mainnya, sambal merah ulek nan segar yang sudah terhidang dalam sebuah mangkok di setiap meja yang ada dikedai tersebut. Anda pun bisa puas mengambil samabal lagi dan lalgi sesuai selera.
Oh, iya, kedai ini menggunakan ayam kampung. Begitu kulit ayajm goreng anda sobek, daging berkelir putih matang langsung meruapkan wangi rempah yang keluar bersama asap tipis. Sepotong daging ayaym yang masuk mulit langsung menjelaskan penampilannya yang menggoda.
Tekstur ayam kampung goreng besutan Rahmat cukup empuk, tetapi tetap meningkatkan sedikit kelihatan khas serat ayam kampung yang tebal. Bahkan, teksturnya yang empuk merembet hingga ke tulang. Saat daging ayam menyerah terkunyah di mulut, tidak ada bau amis melainkan aroma bumbu rempah yang mendominasi.
Cuma, bagian paling penting adalah rasanya yang gurih. Bumbu kuningya terasa cukup tipis tapi masih bisa dikenali lewat lidah. Penggunaan bumbu yang terkontrol membuat rasa ayam goreng kedai ini tidak seperti saat anda sedang mengudap bumbu. Dan, meskipun tidak kras kres layaknya sedang mengunyah ayam krispi, kulit ayam goreng ini cukup kering dan sangat gurih.
Ayam ternak lepas
Ayam goreng bikinan Rahmat juga berjodoh dengan nasi putih hangat yang mengepul. Tentu, tidak lengkap menghajar ayam goeng tanpa mencolek sambal ulek yang sudah menantang di sudut piring. Oles saja sedikit karena sambalnya punya rasa pedas yang nendang.
Jika anda cermati, sambal kedai ini tidak hanya bermodalkan cabai merah dan bumbu sederhana. Sebab, rasanya sudah dipermak habis. Cicipi betul, walau rasa pedas yang menonjol, sambal kedai ini juga menyisahkan rasa manis yang tipis di ujung lidah.
Helmi, pelanggan Warung Ayam Goreng Jawa Ali Berkah, mengaku jatuh cinta paa rasa ayam goreng kedai ini yang konsisten. “Saya tidak pernah menemukan ayam goreng yang dagingnya alot apalagi rasanya habar,” kata warga Jakarta ini. Oh, ya, Helmmi bisa sepekan dua kali makan siang di kedai tersebut sejak lima tahun lalu.
Menurut Febri Setiawan, cucu Rahmat kini mengelola kedai, rahasia lezatnyta ayam goreng buatan sang kakek terletak pada penggunaan ayam ternak bebas atau dilepas sejak 1970 silam. Soalnya, tak seperti ayam kampung ternak kandang, lemak ayam kampung yang di ternak lepas juga lebih sedikit. “Rasanya pun lebih gurih karena tidak makan dedak,” ujaer pria 30 tahun yang sehari-hari akrab dipanggil Ebi ini.
Untuk memenuhi kebutuhan 250 ekor hingga 300 ekor ayam kampung per hari, Febri hanya mengaandalkan tiga pemasok. Ayam kampung tersebut datangkan langsung dari yogyakarta dan sekitarnya.
Sedang untuk urusan bumbu, tidak ada yang berbeda dari bumbu kuning yang kerap digunakan utuk memasak ayam goreng ala Jawa. Hanya, Ebi bilang, kedainya memakai bawang putih jenis kating. “Bawang ini lebih padat dan rasanya lebih tajam. Cocok untuk masak ayam,” kata dia.
Sayangnya, untuk urusan sambal, Ebi menutup rapat resep sang kakek. Lelaki yang tiap hari ada di kedainya ini hanya berujar, sambal ulek merah warisan kakeknya menggunakan 15 macam bumbu.
Untuk menebus setengah ekor ayam kampung goreng, anda mesti mengeluarkan Rp. 26.000. Sementara harga satu ekor ayam goreng Rp.56.000. cukup tambah Rp.4000 untuk sepiring nasi. Sebagai pelengkap, ada sayur asem, sop ceker, atau tahu krecek seharga Rp.8.000 per porsi.
Sebagaipelepas dahaga, anda bisa memilihes kopyor nan segar yang diberi banderol harga Rp. 22.000 per gelas.
Siap ketagihan ayam kampung goreng kedai ini?
Warung Ayam
Goreng Berkah
Jl.Melawai XIII,
Kebayoran Baru, Jakarta,
Telp: 021-68107335
Koordinat GPS:
S6°24.6764’-E106°80.0526’
Siap Buka Cabang Pertama
Meski berlokasi di pinggir jalan persis, warung ayam Goreng Asli Berkah bebas dari pengamen yang berkeliling dari satu meja ke meja lain, dengan harapan pengunjung kedai memberi uang.
Pengamen, sih, tetap ada di kedai ini. Cuma, mereka tidak menyambangi setiap meja dan berharap pengunjung yang makan dikedai tersebut mengasih uang. Febri Setiawan, sang pengelola kedai, memberi ruang di dalam warung khusus untuk pengamen buat menghibur pengunjung.
Pada sore dan malam hari, sekelompok pengamen yang membawa alat musik lengkap unjuk kemampuan di kedai ini. Pengunjung bisa request lagu-lagu favorite kepada pengamen yang suaranya tidak kalah dengan penyanyi aslinya.
Tapi, kenikmatan menyantap ayam goreng plus suara merdu pengamen baru bisa anda nikmati di jalan Melawai XIII, Jakarta. Sebab, walau sudah puluhan tahun berdiri dan punya pelanggan, kedai ini tak memiliki cabang.
Sulitnya mendapatkan pasokan ayam kampung berkualitas menjadi alasan kedai ini belum juga melakukan ekspansi. Tapi, Ebi, panggilan Febri Setiawan, tengah berpikir keras untuk mengatasi masalha ini. Terget dia, tahun ini bisa memperoleh pemasok baru yang bisa memenuhi kebutuhan 200 ekor ayam kampung ternak liar per hari. Jika target tercapai, tahun depan cabang pertama berdiri di Jakarta. “Tunggu saja tanggal mainnya,” ujarnya.
Sumber: Tabloid kontan 19 Januari – 25 Februari 2015

