Tiga gaya busana dikeluarkan Embran Nawawi untuk merayakan tahun baru Imlek. Dalam rancangannya, Embran masih mengolah batik. Ia membuatnya dengan mengambil inspirasi kecantikan boneka Tiongkok.
DENGAN tema Chinese Dolls Stories, busana-busana ini menunjukkan akulturasi yang kuat dari dua budaya. Indonesia dan Tiongkok.
Wama Indonesia itu terlihat dari unsur batik tulis Pamekasan yang dipakai Embran. Sementara unsur Tiongkok tercermin dari kecantikan boneka Tiongkok yang melahirkan busana-busana ini.
Ide mengadopsi boneka Tiongkok itu didasarkan Embran dari budaya akulturasi yang ada dalam shadow puppets atau wayang dan Opera Tiongkok. Bahkan bisa disaksikan lewat keberadaan wayang Orang di Indonesia.
“Kostum-kostum yang dipakai dalam pertunjukan itu sangat menginspirasi saya untuk mengolahnya jadi Lunar fashion tahun ini,” katanya.
Dalam pengamatan Embran, busana boneka atau Opera di Tiongkok itu banyak menggunakan paduan material polos, motif dan sulam. “Saya lalu memasukkan unsur batik yang sangat Indonesia biar makin melebur nilai akulturasinya,” katanya.
Saat memadukan batik tulis Pamekasan dengan kain sifon dan tule, maka tampillah gaya busana ala Tiongkok ini lebih meng-Indonesia. Paling elegan, busana ini ada yang bergaya modern, klasik dan glamor.
Ada lima koleksi yang disiapkan Embran dengan gaya busana berdasarkan cerita atau kisah di dalam cerita boneka Tiongkok itu. “Masing-masing bisa membawa penggambaran kisah tentang pendekar perempuan, puteri kahyangan, kisah cinta atau puteri kerajaan yang ada dalam cerita-cerita itu,” terangnya.
Meskipun diciptakan khusus untuk Lunar fashion, busana ini masih bisa dikenakan dalam semua kebutuhan. Pemakainya bisa para gadis remaja dan wanita dewasa.
Untuk mengenakannya, Embran menyarankan untuk mengikuti cara berpakaian wanita Tiongkok pada umumnya. Yang menyukai gaya bertumpuk mulai pakaian dalam hingga pakaian luar.
Gaya ini sebenarnya secara umum ada dalam gaya busana wanita Asia. “Kalau di Jepang, kimono luar itu masih ada baju dalamnya kan. Hanbok juga begitu di Korea. Bertumpuk-tumpuk,” terangnya.
Berbagai macam unsur yang ada dalam seri busana Chinese Dolls Stories ini, Embran merasakan bahwa busana sangat relevan sebagai pemersatu berbagai suku bangsa.
Di Indonesia, banyak motif batik baik secara makna maupun penggambarannya, menunjukkan kesamaan motif yang ada di suku bangsa yang lain. Tengok saja dalam pola hiasan di atas keramik atau sulam sutera Tiongkok.
Belum motif-motif fauna seperti burung Hong, merak, kupu-kupu dan motif flora semacam dahlia dan yang lainnya. “Akulturasi dalam busana itu semakin memperkaya budaya berbusana
Sumber: Harian DI’S Way.14 Februari 2021

