Bebakaran Teman Minum Teh
SALAH satu tradisi masyarakat kita adalah minum teh atau kopi di pagi dan sore hari. Biasanya, kegiatan santai ini dilakukan oleh semua anggota keluarga. Supaya semakin gayeng acara ngetehnya, butuh kudapan sebagai tambahan. Nah, hari ini kudapan yang karni sajikan adalah aneka bebakaran. (opi)
Kentang Bakar
BAHAN:
- 4 kentang besar
- 3 sdm mentega, lelehkan
- 2 sdt garam
- 1-2 cangkir keju parut
- 7 iris daging masak, hancurkan
CARA MENGOLAH:
- Panaskan oven hingga 400 derajat.
- Cuci kentang, kemudian buang ujungnya. Potong sisanya menjadi dua bagian atau sesuai dengan selera. – Lapisi kedua sisi irisan kentang dengan mentega dan taburi garam.
- Panggang selama 30 sampai 40 menit atau sampai beiwarna kecokelatan.
- Putar loyang untuk memanaskan sisi kentang yang lain dan tunggu hingga 15 menit.
- Sebelum kentang matang sebaiknya taburi keju dan daging. Lanjutkan hingga 3-5 menit untuk memanggang. Angkat, hidangkan.
Keterangan:
- Untuk 4 porsi
- Proses 60 menit
- Biaya Rp 25 ribu
Tape Bakar
BAHAN:
- 200 gr tape
- 4 sdm mentega
- 100 gr keju cheddar, parut
- Susu kental manis secukupnya
- 4 sdm meses
CARA MENGOLAH:
- Masukkan mentega ke atas wajan yang sudah dipanasi dengan api kecil.
- Setelah mentega cair, masukkan potongan tape. Tekan-tekan sehingga agak pipih sarnbil dibolak-balik agar tidak hangus. Lakukan sampai kelihatan ada bagian-bagian hangusnya di kedua sisirya.
- Siapkan tape yang sudah dibakar di piring saji. Taburi dengan keju parut, susu, dan meses.
Keterangan:
- Untuk 4 porsi
- Proses 60 menit
- Biaya Rp 10 ribu
Jagung Bakar
BAHAN:
- 8 buah jagung manis
- 60 gr margarin, lelehkan
- 1 sdm madu
- 100 gr saus tomat
- 2 sdm saus sambal
- 2 sdm susu kental manis
- 75 gr keju cheddar, parut
CARA MENGOLAH
- Campur margarin, madu, saus tomat, dan saus sambal. Aduk rata.
- Bakar jagung sambil diolesi campuran di atas sampai matang.
- Coret tipis dengan susu kental manis. Tabur dengan keju cheddar parut.
MENDETEKSI TELUR BUSUK
Isi gelas dengan air. Masukkan telur ke dalam air. Jika tenggelam, maka telur dalam keadaan baik. Tetapi, jika telur mengambang, berarti telur sudah cukup tua. (vem/ c3/opi)
Sumber : Radar Surabaya September 2014 | Hal 8

