SURABAYA – Konsep desain yang dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang ada menjadi salah satu fokus utama para desainer muda dari prodi fashion product design & business Universitas Ciputra dalam membuat karya sebagai tugas akhir mereka. Karya-karya itu disuguhkan dalam show Fashionology di Mal Ciputra World Surabaya Sabtu (3/6). Dalam show tersebut, isu-isu yang dekat dengan dunia fashion seperti limbah tekstil pun dijawab mereka lewat karya-karya yang ditampilkan.
Misalnya, karya Audrey, Feny, dan Melisa yang sama-sama membawa konsep sustainability fashion lewat pemanfaatan bahan-bahan sisa atau bisa juga disebut limbah. Limbah bahan kulit hingga denim diubah menjadi karya fashion yang utuh.
Audrey menjelaskan, pemanfaatan limbah kulit sisa dalam karyanya bertujuan membantu industri kecil dan menengah yang memakai bahan-bahan kulit untuk membuat produk. “Jadi, industri kecil dan menengah yang saya tuju adalah mereka yang bikin aksesori dari kulit. Sisa-sisa produksi itulah yang saya manfaatkan,” terangnya.
Sementara itu, Fany dan Melisa memanfaatkan limbah denim menjelaskan bahwa limbah denim tersebut diolah lagi menjadi fabric mannipulation. Misalnya, menjadi pattern maupun detail-detail fashion yang lain. “Penggabungannya tinggal memakai beragam teknik. Bisa weaving, pintuck, atau slashing cut,” jelas Fany.
Yoanita Tahalel, dosen pembimbing tugas akhir sekaligus pembimbing event tersebut, mengatakan bahwa tiap karya mahasiswa yang ditampilkan kemarin adalah hasil penelitian yang disesuaikan dengan masalah-masalah sosial di masyarakat. Dengan begitu, tuga akhir mereka dianggap salah satu jawaban atau solusi dari masalah yang diangkat masing-masing mahasiswa.
Namun, tidak hanya menjadi salah satu solusi masalah isu tekstil, setiap karya anak didiknya itu juga sudah melewati diskusi apakah punya nilai, ada pasarnya, dan apakah bisa mengikuti tren. Dengan demikian, para desainer muda tersebut sudah siap terjun ke dunia fashion setelah jenjang perkuliahan mereka. (ama/c7/tia)

