KBRN, Surabaya : Program Studi Hotel and Tourism Business (HTB) Universitas Ciputra Surabaya dipercaya memberikan pelatihan Table Manner untuk Cak Ning Surabaya seperti yang tertuang pada surat resmi dari Ketua Umum Paguyupan Cak Ning Surabaya, Sareza Buana Febrian, S.T..
Hal ini disambut hangat oleh Agoes Tinus Lis Indrianto, Ph.D Dekan dari School of Tourism Universitas Ciputra Surabaya. Agoes menyampaikan bahwa HTB UC turut merndukung pemerintah Kota Surabaya untuk mengembangkan Pariwisata kota Surabaya, melalui pembanguna SDM dan pendampingan dalam pengembangan destinasi wisata di Surabaya. “Senang sekali bisa ikut serta dalam mengembangkan Pariwisata Kota Surabaya. Sabtu, (4/2/2023) jam 10-12, HTB akan memberikan pelatihan table manner ke Cak dan Ning Surabaya. Sebanyak 30 pasang Cak dan Ning Surabaya akan hadir di Lab HTB lantai 4 untuk belajar Table Manner,” terang Agoes.
“Kami siapkan Mentor terbaik dalam hal ini adalah Chef Hugo untuk memberikan perlatihan ini,” imbuhnya.
Hendra Utomo, S.E., M.M. yang lebih dikenal dengan sebutan Chef Hugo mengaku sudah mempersiapkan materi terbaik untuk membekali Cak & Ning Surabaya.
“Kalau belajar Table Manner itu mudah, bisa dari video yang ada pada umumnya. Nah karena itu konsep yang saya akan tekankan adalah Pola Piker Etiket. Etiket artinya kan tata atau manner, jadi Cak & Ning Surabaya akan belajar lebih dalam berpikir tentang tata cara,” jelas Chef Hugo.
“Jadi Konsepnya adalah memberi dan menerima, jadi kenapa kita belajar tata cara adalah karena kita ingin menerima sesuatu. Jadi kalau mau menerima, kita harus memberi. Nah apa yang kita berikan dalam hal ini adalah simpati, perilaku menyenangkan, tutur kata yang menyenangkan dan elegancy dari kepribadian kita,” imbuh Chef Hugo.
Hugo memaparkan bahwa saat melakukan apa pun, dilakukan dengan bertata cara baik untuk memberi respect pada orang, maka paling tidak kita juga akan mendapatkan respect dari orang tersebut.
“Kita bersikap baik untuk memberi respect pada orang, minimal kita akan mendapatkan respect kembali dari orang itu. Jika ada pemberian lebih dari orang itu, berarti kita mendapat bonus,” jelasnya.
“Jadi yang diajarkan pola pikir tata cara, supaya Cak & Ning melakukan Tindakan Ber-Etiket tidak dengan terpaksa, tapi lebih tulus. Nah saat itu Goal dari Pelatihan ini tercapai. Table Manner itu hanya topping yang akan sangat mudah dipelajari oleh Cak & Ning siang ini.” imbuhnya.
Chef Hugo berharap bahwa dengan melekatnya Tindakan Ber-Etiket ini akan membawa dampak baik bagi Cak & Ning dalam menjalankan tugasnya sebagai Duta Wisata Surabaya.
Senada dengan Chef Hugo, Agoes Lis Indarto menyampaikan harapannya bahwa Cak dan Ning Surabaya bisa menjadi inspirator dan pelopor generasi muda dalam mengembangkan pariwisata Surabaya dengan turut mempromosikan potensi wisata di Surabaya, sehingga warga Surabaya bisa mengetahui obyek wisata budaya, sejarah dan alam yang ada di Surabaya. (OA)

