SURABAYA – Sudah memperbahrui style rambut? Jika belum, tidak ada salahnya memilih model keriting atau curly. Berbeda dengan gaya lurus yang sudah so yesterday, curly tengah menjadi perbincangan dalam tata rambut menjadi perbincangan dalam tata rambut dunia. Buktinya, beberapa pesohor dunia tampak mengaplikasikan gaya tersebut saat datang ke berbagai acara penting. Sebut saja Madonna, Rihanna, hingga Alicia Keys.
Karena merupakan styling, pola rambut keriting sebenarnya bisa digunakan siapa saja. Terlepas dari bentuk wajah yang bulat, oval, maupun tirus. “Yang membedakan hanya jenis keritingnya,”kata hairstylist Anton Kantinus.
Wajah oval, misalnya, sangat match jika dipadukan dengan keriting afro. Yang berwajah tirus bisa memilih keriting spiral dengan layer. “ Nah, yang wajahnya bulat bisa disiasati oleh Korean wave yang berciri curly lebar. Itu lurus dari akar rambut, namun keriting di bagian bawah, “ katanya.
Hal senada dikatakan penata rambut lainya. Bing Fuk. Keriting juga menjadi model rambut yang paling digemari saat ini karena cocok dengan warna kulit apa pun. Baik kuning oriental, sawo matang, maupun eksotis.
“Cuma, yang harus menjadi perhatian adalah pemilihan warnanya. Jika kulitnya putih, warna terang bisa dipilih. Sedangkan, jika gelap, sebaiknya pilih yang mendekati warna natural,” jelas pria yang akrab disapa Bfuk itu.
Untuk mereka yang berkulit putih atau kuning langsat, coloring yang cocok adalah red, copper, dan magenta. Bagi perempuan berkulit cokelat atau eksotis, warna caramel bisa menjadi piliha. Saran saya, untuk yang berkulit gelap, hindari warna blonde karena akan memberi kesan tidak cantik,” katanya.
Saking populerna keriting, di antara 10 orang yang datang ke salon mereka, 7 orang pasti memilih cutting keriting.” Untungnya, rambut orang Indonesia termasuk kategori bagus dan warnanya natural. Sehingga tidak susah memolanya, “ jelas Anton.(nji/c6/dos)
Agar keriting selalu cantik
SEDIKIT SAMPO, BANYAK KONDISIONER
Sampo memilki kandungan untuk mengeringkan rambut, sedangkan kondisioner mampu melembutkan. Karrena itu, usahakan lebih banyak menggunakan kondisioner saja.
GUNTING BAGIAN UJUNG SECARA BERKALA
Menggunting ujung rambut secara teratur bisa menjaga rambut keriting tidak kusam atau bercabang. Menggunting ujung rambut juga akan meransang pertumbuhan ujung rambut yang lebh sehat.
MENYISIR
Karena ikal pada rambut yang keriting itu akan tampak indah bila terbentuk alami, jangan menyisir rambut alami anda dengan sisir. Cara alaminya adalah dengan menggunanakan jari. Dengan begitu, rambut keriting Anda tidak akan berubah sehingga keindahannya terjaga.
PILIH NATURAL
Semaksimal mungkin hindari penggunaan hair dryer karena bisa merusak tekstur rambut keriting. Keringkan dengan cara alami dengan handuk kering.
Tak Sesulit Yang Dipikirkan
SELAMA ini masih banyak yang beranggapan bahwa merawat rambut keriting itu susah. Padahal, menurut sejumlah hair stylist, perawatan tersebut gampang.
Untuk menata di pagi hari misalnya. Jika rambut lurus perlu di blow dan catok dengan alat elektronik, rambut keriting tidak perlu. Tangan yang dibasahi air sudah bisa menjadi jalan keluar terbaik agar jauh dari bad hair day.
Namun perlu diingat, hindari penggunaan sisir yang berongga kecil. “Pakai yang besar rongganya. Sehingga tidak mudah merontokkan dan membuat rambut tertarik secara sengaja. Apalagi bagi rambut keriting temporer,”kata Anton Kantinius.
Ya, dari segi ketahanan, rambut keriting memang terbagi atas dua macam. Yakni, temporer dan permanen,. Temporer hanya bisa bertahan maksimal dua hari. “Pengritingnya pun cukup mudah. Butuh waktu hanya 40 menit,” jelas Anton.
Yang permanen, menurut hairstylist lainnya, Arie Hidayat, bisa bertahan mulai 6 bulan hingga 1,5 tahun. Bergantung pada perawatan sehari-hari.
“Karena difokuskan bertahan lama, pengerjaanya pun cukup lama. Bisa sampai tidak jam,” ungkap dia.
Selain mudah di pagi hari, perawatn daily rambut keriting tidak sesulit yang dipikirkan. Yang penting gunakan sampo dan kondisioner yang cocok dengan kondisi rambut. “selebihnya, ya sudah . biasa saja kok,” tegas Bing Fuk.(nji/c6/dos)
Sumber: Jawa Pos 23 Maret 2014. Hal 40

