Ingin mengembangkan potensi daerah di kampung halamannya, Haris Purnawan nekad berhenti dari pekerjaannya di Jakarta dan pulang ke Gunung Kidul. Di sana dia memberdayakan masyarakat Desa Bejiharjo untuk mengembangkan daerah wisata Gua Pindul. Kini banyak wisatawan mendatangi lokasi ini.
MEMILIKI hasrat yang tinggi untuk membangun desa kelahirannya di Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Haris Purnawan memutuskan untuk berhenti menjadi karyawan pabrik di Jakarta dan pulang ke kampung halamannya. Pemuda ini memiliki keyakinan bahwa desa tempat dia berasal memiliki potensi wisata yang besar, namun belum dimanfaatkan dengan maksimal.
Akhirnya di tahun 2010 silam, pria berkulit sawo matang ini mulai mengajak sejumlah pemuda di desa lainnya. Bejiharjo yang tergabung dalam Karang Taruna untuk menggarap lokasi wisata di Gunung Kidul. Proyek pertamanya adalah memaksimalkan potensi Gua Pindul. “Dulu lokasi itu hanya digunakan untuk memandikan sapi dan mencuci pakaian,” ceritanya pada KONTAN.
Awalnya Haris membuat sistem organisasi untuk menjalankan usaha wisata Gua Pindul serta meminjam peralatan body rafting dari temannya. “Kita semuanya hanya modal nekat, setelah ada pemasukan baru kita belikan alat satu persatu,” katanya.
Meski sistem sudah selesai dibuat dan peralatan sudah siap, mengundang wisatawan untuk mampir ke sana bukanlah perkara yang mudah. Untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Haris banyak melakukan usaha promosi dari mulut ke mulut. Selain itu, dia juga menggunakan media digital seperti akun Twitter, blog, dan lainnya.
Ternyata kerja kerasnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Kini Gua Pindul bisa didatangi sekitar 500 orang hingga 700 orang per bulan. Wisatawan yang datang lebih seperti Sumatra, Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya. Tarif memasuki wilayah wisata ini sebesar Rp 40.000 per orang. Dari situ, Haris bisa mencetak omzet hingga Rp 28 juta per bulan. “Keuntungan bisa sekitar 30% dari omzet,” ujar dia.
Usaha ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 380 masyarakat yang diberdayakan sebagai karyawan dan pemandu wisata, sebagai unit jasa konsumsi atau katering dan juga kesempatan membuka lapak-lapak penjualan makanan. Kendaraan dan rumah warga pun diberdayakan sebagai transportasi pengangkut wisatawan dan home stay.
Otomatis kesejahteraan masyarakat Desa Bejiharjo pun meningkat. Beberapa warga ada yang beralih profesi dari petani menjadi pengurus wisata alam Gua Pindul. Dan anak-anak muda yang menganggur pun kini bisa memiliki pekerjaan.
Setelah sukses dengan proyek Gua Pindul, Haris mencoba untuk melakukan usaha yang sama pada dua lokasi wisata lainnya di Gunung Kidul yaitu Kali Oya dan Gua Sioyot. Selain menyajikan fasilitas body rafting, Haris juga mengembangkan wisata outbond sejak tahun lalu.
Sumber: Kontan, 22 Januari 2015

