SURABAYA – Bohemian identic dengan pakaian tipis dan bermotif ramai. Namun, bagi fashion stylist Era Listyana, gaya itu bisa dipakai untuk musim apa pun, termasuk dinginnya musim hujan. Kuncinya adalah padu-padan, vest tebal, serta bermain tabrak warna.
“Aksesori tambahan seperti kalung, gelang, dan kulit patut dipertimbangkan,” kata Era.
Kemarin (28/1) dia melakukan pemotretan untuk karyanya yang bernuansa bohemian itu. Dibantu model Hera dan Nabilla, perempuan yang kerap disapa Eyya tersebut berhasil menampilkan gaya bohemian yang bisa diaplikasikan pada musim hujan. “Temanya kali ini neo gipsy chic,” ujar dia.
Hera mengenakan koleksi winter yang dipadu vest bulu. Eyya menekankan untuk tetap mengenakan pakaian yang ringan dan jatuh. Misalnya, pakaian berbahan sifon dan bawahan berupa bohemian skirt. Hera terlihat lebih jenjang dengan bot tinggi pada kedua kakinya. “Alas kakinya bisa diganti warrior shoes atau sepatu berbahan kulit,” ucap Eyya.
Sementara itu, tampilan Nabilla menganut royal look. Dia terlihat seksi dengan kimono, blus, dan maxi skirt. Ketiganya tetap berbahan sifon serta bertabrakan antara warna dan motif. Aksesori berwarna emas memenuhi leher dan pergelangan tangannya. “Main tabrak warna dan pattern saja. Semakin nabrak semakin outstanding,” paparnya.
Yang menarik perhatian adalah maxi skirt yang digunakan Nabilla. Selain bermotif tipis, rok besar tersebut dikombinasikan dengan lace. Itu menambah unsur seksi untuk Nabila lantaran kaki jenjangnya terekspos.
Gaya itu memang tidak biasa. Eyya mengatakan, biasanya gaya bohemian muncul ketika diadakan pesta kostum. Gaya gipsi itu bisa diterapkan secara minimalis hanya dengan aksesori. Misalnya, mengenakan bando maupun aksesori gelang dan kalung gipsi. (cik/c6/fat)
Jawa Pos 29 Januari 2016
UC Lib-Collect

