Berkreasi-Dengan-Bahan-Kayu.-Kompas.25-Mei-2015.Hal.38

Dari sebatang kayu, manusia bisa melahirkan berakam produk yang tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga bernilai. Hal inilah yang dilakukan oleh Gladys Angelina (24).

PEREMPUAN berdarah Surabaya, Jawa Timur, ini bisa menghasilkan  beragam kebutuhan aksesoris utnuk rumah yang berkualitas berbahan kayu. Kemampuan ini di rangkum dalam sebuah merek pribadi, GA, yang menjadi kependekan dari namanya.

“Merek GA sudah saya bentuk sejak masih kuliah di Universitas Pelita Harapan pada 2012. Sejak awal, saya sudah tertarik dengan dunia dekorasi rumah dan furnitur. Di situ saya belajar banyak tentang desain,” ujarnya.

Produk GA cukup beragam dengan cakupan yang luas. Mulai aksesoris rumah dan kantor, perangkat dapur dan alat makan, hingga layanan untuk mendesain interior. Semuanya di mulai dengan biaya sendiri. Gladys pun membangun mereknya dengan mengikuti banyak pameran, baik dalam maupun luar negri.

“Dulu sempat juga buat produk untuk furnitur. Namun, sudah 1,5 tahun sudah tidak membuat lagi. GA hanya menerima pembuatan berdasarkan permintaan. Sekarang fokusnya untuk produk ke tableware dan aksesoris lainnya,” ujarnya.

Produknya kini cukup tersebar luas. Mulai toko-toko seperti The Goods Dept, Dialogur Artspace, hingga dijual secara daring, antara lain dari situs Bobobobo.com dan situs luar negri di antaranya Shopdeca.com dan haystakt.com. Seluruh produknya desain sendiri, sedangkan pembuatannya di lakukan di dua workshop, di Surabaya dan Jepara.

“Dulu pemainnya masih sedikit, tetapi kini sudah semakin banyak. Namun, secara kuantitas, produk ini masih langka dan masih banyak yang mencari. Walaupun belum menjadi kebutuhan seperti di Jepang, Indonesia sudah mulai belajar menerima dengan menggunakan sebagai aksesoris,” ucapan perempuan yang juga berprofesi sebagai buzzer ini.

Guna menghadapi persaingan di pasarn, Gladys memperkuat produknya dengan mulai fokus juga membangun layanan desain interior. Justru kehadiran produknya bisa menjadi gimmick bagi klien dan menjadi ciri khas bagi usaha Gladys. “Produk dari kayu itu pasarannya sangat niche

Persaingan yang makin ketat membuat Gladys semakin fokus untuk mempertajam karakter dan ciri khasnya. Dengan memanfaatkan kayu mahoni sebagai bahan utama, Gladys membentuk karakter produknya yaitu clean and light.

Kini Gladys tidak hanya sibuk menjalankan bisnis. Dia pun aktif untuk berbagi cerita pengalaman dan lewat menjadi pembicara di seminar, juri perlombaan, hingga aktif di beberapa organisasi.

“Ke depannya, ada keinginan untuk mempunyai toko offline sendiri dengan merek GA. Namun, sekarang GA sedang dilakukan rebranding, baik dari sisi merek hingga produk. GA juga akan melakukan beberapa kolaborasi dengan beberapa orang,” pungkasnya.

[VTO]

UC Lib-Collect

KOMPAS/KLASIKA/ Senin,25 Mei 2015