
Pada Hari Sabtu, 12 Oktober lalu bertempat di Dian Auditorium UC lantai 7 diadakan Kuliah Umum mata kuliah ‘Menjadi Indonesia’ dengan menghadirkan pembicara yang juga pengarang buku “Rijstaffel” dan “Jejak Rasa Nusantara”, Bpk Fadly Rahman. Pada kesempatan ini pula perwakilan UC Library, Pak Tito berfoto bersama dengan Bpk Fadly Rahman pada acara yang bertemakan “Sejarah dan Kekayaan Kuliner Nusantara” ini.
Pada kesempatan yang sama juga memohon pemberian tanda tangan pada koleksi karya beliau, “Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942”.

Buku karya beliau ini bisa kalian baca di perpustakaan dan bisa kalian pinjam bawa pulang lho. Berikut adalah koleksi karya Fadly Rahman di UC Library:
- Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942 (Call No.59598 RAH r)
Buku ini menjawab pertanyaan di atas melalui pengungkapan sejarah rijsttafel, sebuah budaya makan di Indonesia pada masa kolonial yang masyhur sejak 1870 hingga 1942. Melalui rijsttafel pula untuk pertama kalinya nasi dan hidangan daerah-daerah di Indonesia mulai dikemas dalam penyajian bergaya Barat serta dipopulerkan sebagai daya tarik wisata kolonial. Buku ini mengajak kita bernostalgia pada salah satu babakan penting sejarah kuliner Indonesia sekaligus juga menyadarkan betapa kuliner Indonesia dapat tampil sebagai haute cuisine (boga adiluhung) jika dikemas secara baik dan menarik.
- Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia (Call No.1209598 RAH j)
Dalam buku yang ditulis oleh Fadly Rahman ini, sejarah boga Indonesia dikupas secara mendalam. Mulai dari pengaruh Belanda di masa kolonial, sampai pengaruh dari negara-negara lain. Dijelaskan bahwa semasa menjabat, pemerintahan Soekarno telah mencoba mendekonstruksi dan mendefinisikan kembali “kuliner nasional indonesia” namun gagal karena pengaruh belanda telah mengakar dalam dalam membentuk selera makanan indonesia. Selain itu, dalam buku ini juga dijelaskan betapa akutnya pendidikan gizi Indonesia karena padi telah dimuliakan sejak lama. Dipaparkan pula fakta bahwa Selama tahun 1930an, konsumsi beras di Garut sebenarnya mencapai 90 kg per tahun! Konsumsi berlebihan dan overdependensi beras di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, dan tidak mudah untuk mendekonstruksi masalah ketahanan pangan. Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia dikemas secara komperhensif namun ringan untuk dibaca, tanpa menyadari bahwa adalah sebuah sejarah yang sedang dibaca
