Jawa Pos.14 November 2013.Hal.6

SURABAYA- Operator telekomunikasi, perbankan, asosiasi pengusaha, dan akademisi bersinergi mendorong daya saing bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya untuk menembus pasar internasional. Selama ini, hambatan yang di alami sector UMKM cukup beragam. Bukan hanya akses permodalan, tetapi juga perbatasan informasi dalam hal komunikasi, branding, marketing, dan penjualan.

Area Manager Small and Medium Enterprise Indosat Jatim Arthur B. Koentjoro menyatakan, UMKM akan menghadapi pasar bebas ASEAN dalam dua tahun mendatang. Karena itu daya saing sector tersebut perlu di dorong dengan berkolaborasi dengan banyak kalangan. Yakini, Indost, Bank UMKM, Business Indonesia Singapore Association, Universitas Ciputra Surabaya, dan PT Fortune Pramana Rancang.

“Tujuan kerja sama ini adalah membantu akses UMKM yang ingin menembus pasar internasional. Indosat juga memiliki imfrastrutur berupa pemasaran secara online yang diberikan secara gratis,” jrlasnya di sela-sela seminar dan pelatihan di kantor Indosat kemarin.

Selain itu, sebagai solusi kominukasi, pihaknya mengembangkan paket closed-user-group prabayar dan pascabayar. Saat ini, melalui toko online yang di kembangkan, pihaknya sudah menjaring 30.000 UMKM. Realisasi tersebut meningkat 30 persen di banding target yang di tetapkan sebelumnya. “setiap kuartal mampu tumbuh double digit, bahkan triple digit. Kami masih menyosialisasikan program ini. Awalnya, toko online tersebut menjadi personal website, tetapi sekarang cenderung sebagai electronic-mall,” paparnya

 

Sumber: Jawa Pos 14 November 2013