
Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai daerah untuk mencegah penyebaran virus COVID19 membuat kegiatan pariwisata berhenti sementara. Hal ini telah membuat banyak kerugian bagi semua bisnis pariwisata, mulai dari hotel, rumah makan, transportasi, obyek wisata dan pusat oleh-oleh.
Setelah sekian lama penetapan PSBB di berbagai daerah, akhirnya pemerintah pusat mulai menbuka peluang untuk kembali bisa menghidupkan kegiatan pariwisata. Moda transportasi udara, darat dan laut mulai di buka kembali dengan standart penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Istilah new normal sudah muali disampaikan di mana-mana. Sebenarnya pengertian new normal dalam berwisata adalah perubahan pola berwisata dengan lebih mengutamakan kebersihan, keamanan dan kenyamanan bagi wisatawannya yang diberikan oleh penyedia layanan pariwisata.
Perlahan tapi pasti, dalam waktu dekat akan banyak orang yang akan kembali berwisata. Kegiatan menginap di hotel, makan, dan mengunjungi obyek wisata menjadi hal yang mulai dilakukan oleh banyak orang di era new normal ini.
Kunci dari kegiatan berwisata yang aman dan nyaman dengan minimum resiko penyebaran adalah komitmen, kewaspadaanndan ketaatan akan protokol kesehatan oleh semua pihak. Bagi wisatawan yang akan melakukan kegiatan berwisata harus menerapkan standard kebersihan dan keamanan pribadi.
Seriap wisatawan harus senantiasa membawa dan menggunakan perlengkapan kemananan diri yang standard seperti masker, face sheild, hand sanitizer, tisu basah dan sarung tanhan bila perlu, harus menjaga social distancing setiap saat dan menghindari kontak langsung dengan orang lain, cek suhu tubuh, rajin cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer. Pihak pengelola rutin melakukan penyemprotan disinfektan di area wisata.
Dalam kondisi new normal ini, perilaku wisatawan baik domestik maupun asing akan berubah. Kegiatan pariwisata di era new normal ini, akan ada sequence of service yang baru di setiap ini usaha pariwisata untuk beradaptasi dengan kondisi pandemic. Inovasi Layanan, yang memanfaatkan teknologi akan semakin banyak ditemui oleh wisatawan. Selamat berwisata di era new normal.
*) Dekan Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya
Sumber: Suara Surabaya Media. Edisi Juni 2020
