Kota Lama
Gedung-gedung di Bibis Tama memang sedikit berbeda dengan kawasan lainnya di sekitarnya. Sejak masuknya trem, pintu masuk bangunan di sana berubah membelakangi sungai Kalimas.
(Rahmat Sudrajat, Wartawan Radar Surabaya)
PUSTAKAWAN Sejarah Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, gedung atau bangunan di Bibis Tama sedikit berbeda dengan jalan Societeit Straat atau Jalan Niaga yang sekarang Jalan Veteran.
Kawasan Bibis Tama hanya merupakan kawasan penunjang meski dikatakan jalan tersebut sebagai jalan utama. Artinya sebagai penunjang jalan utama seperti Jalan Veteran. Dahulu berdasarkan peta Kota Surabaya, penerbit Cholid Latif dan Pustaka Chanib tahun 1952, belakang gedung yang sekarang telah menghadap ke Jalan Veteran (Niaga) karena ada di trem listrik. Sedangkan untuk Jalan Bibis Tama tidak dilewati trem. “Yang dilewati hanya depannya, yang sekarang menjadi Jalan Veteran. Namun kondisinya sekarang pintu utama gedung yang tadinya menghadap ke Jalan Bibis Tama sekarang beralih ke depan Jalan Veteran,” jelasnya kepada Radar Surabaya.
Namun sekitar tahun 1900-an, jalan tersebut sudah mulai tidak didominasi oleh lalu lalang. Karena sudah ada trem listrik dan kendaraan darat beroda empat maupun dua yang mulai banyak melintas.
“Ya karena jalanan sudah mulai diaspal dan pemerintah dulu sudah membuat kondisi jalan untuk penunjang adanya kendaraan modern, sehingga ada peralihan dari cikar atau delman, bahkan perahu berganti ke kendaraan darat yang lebih modern,” katanya.
Namun kondisipun berubah ketika semua akses jalan di Surabaya sudah dipenuhi oleh kendaraan, kondisi sekarang menurut Chrisyandi tidak terlalu banyak dilewati orang dan kendaraan, paling hanya sebagai tempat berteduh bagi pedagang makanan atau minuman yang keliling dengan cara dipikul. “Karena jalan atau jalurnya pendek, jadi tidak banyak dilewati saat ini,” pungkasnya. (bersambung/nur)
Sumber: Radar Surabaya. 29 Januari 2021. Hal.3

