Bikin Gedung dari 3D Puzzle. Jawa Pos.3 Februari 2015.Hal.36

Media belajar sambil bermain

SURABAYA- Anak sering mengatakan malas dan tak tertatik pada bacaan tetnang bangunan bersejarah di dunia. Mereka mungkin lebih tertarik mengenal aneka bentuk bangunan unik di dunia dengan memainkannya. Salah sayi mainan bongkar pasang tiga dimensi.

Misalnya, yang dilakukan Saptian Imam Ramadhan dan Kooring Averille kemarin (2/2) di salah satu tenant Grand City Surabaya. Keduanya tampak  asyik menyusun keping demi keeping puzzle membentuk Burj Al Arab. Hingga saat ini, bangunan tersebut memiliki artrium lobi tertinggi di dunia.

Ibunda Septian, Rina Hadi Puspita, mengatakan bahwa dirinya sudah membelikan Septian 3D puzzle ada dua bulan lalu. Sejak memainkan mainan berbahan expandable polystyrene itu, Septian jadi lebih suka menonton channel National Geographic dari pada saluran yang menayangkan film kartun kesukaannya. “Ya dari situ, tiap dua minggu setelah dia selesi nyusun, saya belikan yang baru,”ungkapnya.

Orang tua Joorin, Nyinyin Boedijono, mengatakan hal yang sama. Anak perempuannya itu menjadi lebih suka membuat sesuatu dari tangannya sendiri daripada bermain gadget seperti biasanya. “Biasanya satu hari tab saya dibuat mainan kayak bongkar pasang gitu,” katanya.

Dwi Ariyani, manager store yang menyediakan 3D puzzle, mengatakan, mainan bongkar tersebut memang ditujukan unutk mengedukasi serta meningkatkan imajunasi dan kreativitas anak. Mereka umumnya penasaran menyusun puzzle- puzzle kecil hingga membentuk satu bangunan. “Disamping itu, anak- anak secara langsung bisa mengenal bangunan- bangunan terkenal di dunia. Bermain sembari belajar gitu,” imbuhnya. Bangunan- bangunan seperti Menara Eiffelm Holland Windmills, London Bridge, serta Taj Mahal juga disukai anak- anak.

Ari, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa 3D puzzle biasnya terdiri atas 20-30 pieces pada tiap kemasan. Puzzle tersebut dilapisi laminasi sehingga lebih tahan ketika terkena air,”Bahannya juga aman untuk anak- anak,”jelasnya. Tak jepang, saat bangunan sudah jadi, tiap keeping dilem biar kuat dan bisa jadi hiasan di rumah.

“Aku seneng bikin gini, bisa dibuat mainan nanti kalau udah jadi,”kata Septian ketika Jawa Pos menghampirinya dan menanyakan alasan dia suka bermain 3D puzzle. Belakangan, dia makin banyak tahu tentang bangunan- bangunan unik atau bersejarah.

Sumber: Jawa Pos,3 Februari,2015-hal 36