Bikin Kemasan Pintar Untuk Deteksi Kerusakan Makanan

19 Juli 2024. Hal. 15

SURABAYA – Packaging atau kemasan sebuah produk makanan boleh saja terlihat masih rapi. Bahan dengan tanggal kadaluarsa yang cukup lama. Namun, hal itu saja tidak cukup sebagai tanda apakah makanan di dalam kemasan tersebut masih layak dikonsumsi. Dari masalah tersebut, empat mahasiswa food technology program Universitas Ciputra (UC) membuat penelitian untuk mengatasi hal itu.

Mereka menamainnya smart packaging atau kemasan pintar. Kemasan yang berbasis selulosa bakteri itu bisa mendeteksi ada tidaknya kerusakan pada makanan di dalamnya. Menentukan apakah makanan tersebut masih layak dimakan dan tidak yang akan mempengaruhi kesehatan si pemakan pun bisa terdeteksi lebih awal.

Kezia Jasmine Winata, salah seorang peneliti dalam penelitian tersebut, menjelaskan bahwa ide itu diambil dari masalah terdekat mereka. Ide yang bisa direalisasikan secara  realistis dan juga ada expert yang bisa membimbing kami. Jadinya, ide smart packaging ini kami ambil,” terangnya saat ditemui di kampusnya kemarin.

Joko Sulistyo, dosen teknologi pangan Universitas Ciputra (UC) sekaligus dosen pembimbing mereka, menjelaskan bahwa ide tersebut didukungnya secara penuh. Terlebih, dia sangat paham bahwa kemasan yang ada di pasaran sebenanrnya juga masih mudah diterobos patogen yang bisa membuat seseorang jadi sakit. “Smart packaging ini pun sebenanrnya sudah ada di penelitiannya di negara lain. Tapi, dengan sistem yang berbeda-beda. Ada yang pakai barcode ataupun pencahayaan. (ama/c12/may)