
SEJAK work from home, banyak pesan yang masuk di grup WhatsApp saya. Tak jarang juga pesan pribadi. Saya selalu membacanya. Satu per satu. Sebenarnya, semua isinya hampir sama. Mereka, para kolega saya itu, kangen latihan Ling Tien Kung.
Sejak 22 Maret lalu, latihan Ling Tien Kung di CitraLand Square memang dihentikan sementara. Penyebabnya tentu karena pandemi Covid-19 yang kian merebak itu.
Anda tahu sendiri bila latihan Ling Tien Kung digelar, peserta bisa ratusan orang. Khusus yang di Citraland saja, terdaftar 400 orang. Mereka yang aktif mengikuti latihan bisa 250 orang. Mereka termasuk warga yang tinggal di sekitar Citraland. Hampir 70 persen generasi Baby Boomers. Tiga kali seminggu latihan tersebut dilangsungkan.
Memang latihan itu nikmat dilakukan bersama. Selain bisa bertemu banyak orang, latihan dilakukan saat pagi ketika sinar matahari sedang sepenggalah. Itulah saat matahari sedang enak-enaknya. Setidaknya, dua kegiatan bisa didapat. Ya, berjemur, ya berolahraga. senam yang memfokuskan gerakan pada jinjit-jinjit dan empet-empet anus tersebut bisa menjaga kebugaran. Kebetulan pula, saya dan istri adalah instrukturnya. Sejak tiga tahun lalu.
Rasanya tak sampai hati saya membaca pesan pesan itu. Saya berpikir, apa ya yang kiranya bisa saya lakukan? sebenarnya, banyak tutorial di YouTube.Tapi, kebanyakan tidak diikuti alasan mengapa latihan tersebut perlu dilakukan.
Langkah lain bisa saja menyebar buku Ling Tien Kung yang disusun Fu Long Swee. Di buku berjudul Making People Healthy tersebut, dijelaskan seluk-beluk Ling Tien Kung. mulai penemuan, sejarah organisasi, hingga teknik Ling Tien Kung. Tapi, apakah ada yang suka membaca? Lagi pula, bukunya tebal. Sebanyak 206 halaman.
Akhirnya, Saya membuat gerakan Ling Tien Kung di rumah aja. Sudah 28 seri yang saya bikin. Lokasi latihannya cukup di depan rumah. Isinya menampilkan paduan teknik-teknik gerakan yang benar yang diperagakan instruktur. Dilengkapi penjelasan-penjelasan. Pesertanya siapa saja. Keluarga, sekuriti, asisten rumah tangga. Siapapun. Namun, saya tekankan untuk tetap menjaga jarak pada saat seperti ini.
Lalu, saya ke WhatsApp LTK Citraland. Semua gembira. Para anggota aktif terus mengikutinya. Setiap hari. Jadi, membuat panduan-panduan panduan olah tubuh Itu juga bisa pengisi waktu luang saya ketika work from home.
Selama ini, tubuh manusia sering tidak dilatih. bisa dibilang, aki nya jarang di-charge. Karena itu, tubuh sering tidak berfungsi dengan baik. Apalagi kutub kutub positif dan kutub negatifnya jarang diaktifkan. Untuk itu, Ling Tien Kung bisa dibilang bagian dari charge tubuh manusia itu sendiri.
Saya membayangkan bila semua orang bisa tetap berolahraga kendati harus banyak di rumah. tentu kebugaran tubuh tetap terjaga. (*/c6/git)
Sumber: Jawa Pos. 23 April 2020. Hal. 13, 23
