SURABAYA – Tiga minggu lagi Hari Raya Imlek datang. Berbaju cheongsam menjadi salah satu kultur untuk merayakannya. Cutting cheongsam sangat khas. Itu terlihat di bagian leher, lengan, dan bentuk bajunya yang cenderung menempel pas di tubuh.
Kali ini desainer Lily Stephanie memberi pilihan lewat eksplorasi bahan. Memberi tema bajunya Modern Shanghai, alumnus UK Petra itu berekreasi dengan duchess, brokat, dan border. Dia membuat 11 koleksi. “Tahun lalu saya berekreasi dengan jacquard. Tahun ini saya kembali ke masa lampau. Inspirasinya di Shanghai,” kata perempuan kelahiran 3 Januari 1989 tersebut.
Bordir yang menghiasi dress rancangannya bermotif besar. Koleksi itu cocok untuk perempuan langsing. “Tapi, ada beberapa yang bisa mengantisipasi perempuan berperut besar. Salah satunya dress bentuk A-line,” ucap Lily.
Di antara cheongsam cantik itu, ada yang beda. Baju berwarna merah muda itu memiliki tambahan sayap di bagian pinggang, seolah mempunyai lapisan luar. “Cheongsam ini cocok untuk perempuan yang tidak percaya diri dengan bentuk perut yang besar,” kata kolektpr aksesori berbentuk tengkorak tersebut.
Bagi Lily, cheongsam tidak harus berwarna merah terang seperti pada umumnya. Selain merah muda, sah-sah saja menggunakan warna kalem atau pastel seperti nude atau hijau. Untuk proses pembuatan baju di luar proses bordir. Lily membutuhkan waktu lima hari per piece. “Ide awal hingga akan ke proses produksi memakan waktu sebulan,” ujar dia. (cik/c6/ayi)
Jawa Pos 19 Januari 2016
UC Lib-Collect

